Keren! Meriahkan HUT PGRI, Ratusan Guru di Kebumen Persembahkan Flashmob Tari Cepetan

Wabup Kebumen Pimpin Upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI
Keren! Meriahkan HUT PGRI, Ratusan Guru di Kebumen Persembahkan Flashmob Tari Cepetan
Ratusan guru saat menari cepetan massal di Alun-alun Kebumen
www.inikebumen.net KEBUMEN - Ratusan guru yang tergabung di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kebumen kompak melakukan flashmob tari cepetan. Aksi spontan itu dilakukan usai Upacara HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional 2019 di Alun-alun Kebumen, Senin, 25 November 2019.

Mereka menari dihadapan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Anggota Forkopimda dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen.

Pengurus PGRI Kabupaten Kebumen Eko Sujarwo, mengatakan peserta flashmob merupakan perwakilan anggota PGRI dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen. Jumlahnya sebanyak 420 orang. "Mereka guru-guru di Kebumen," ujarnya.

Aksi itupun cukup memukau tamu undangan yang hadir dan peserta upacara lainnya. Selain tari cepetan, di tempat yang sama juga digelar flashmob tari gambyong yang dibawakan oleh 20 penari.

Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, menjadi inspektur upacara HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional 2019. Upacara digelar  di Alun-alun Kebumen, Senin, 25 November 2019.

Upacara diikuti oleh para guru dan pelajar. Mereka berdiri membentuk barisan di tengah-tengah Alun-alun menghadap ke arah Wakil Bupati.

Upacara dihadiri Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kepala Kejari Kebumen Erry Pudyanto Marwantono, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Moh Amirudin, Ketua PGRI Kabupaten Kebumen Tukijan, Kepala Kantor Kemenag Kebumen Panut. Serta sejumlah pejabal di lingkungan Pemkab Kebumen.

HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini ini mengambil tema Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul. Upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih, selanjutnya pembacaaan naskah Pancasila diikuti peserta upacara.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati membacakan pidato  tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Isi pidato sepanjang 2 halaman itu banyak berbicara soal tugas dan fungsi guru yang kadang terbentur oleh sistem dan berbagai tanggung jawab administrasi.

"Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas," katanya.

Dalam pidatonya, Mendikbud juga mengaku tak akan memberi janji kosong kepada guru dan pendidikan di Indonesa.

"Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," tegasnya.(*)
Powered by Blogger.