Sehari di Kebumen, Rombongan Wisdom Jogja Kunjungi Empat Obwis

Kunjungan warga RT 04 RW 01 Sorogenen, Kalasan, Sleman,  Yogyakarta ini merupakan bagian dari syukuran salah seorang warganya yang baru purna tugas dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Sehari di Kebumen, Rombongan Wisdom Jogja Kunjungi Empat Obwis
Rombongan wisdom Yogya mengunjungi Galeri Zahra Batik.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Rombongan wisatawan domestik (wisdom) dari Sleman, Yogyakarta, selama sehari di Kebumen pada Minggu, 10 November 2019 mengunjungi empat obyek wisata (obwis).

Kunjungan warga RT 04 RW 01 Sorogenen, Kalasan, Sleman,  Yogyakarta ini merupakan bagian dari syukuran salah seorang warganya yang baru purna tugas dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

"Sebagai bentuk rasa syukur karena istri sudah selesai menjalankan tugas, kami mengajak warga berwisata ke Kebumen," jelas Joko selaku pimpinan rombongan.

Rombongan warga berjumlah 160 orang menggunakan 3 buah bus itu, oleh Yuniati Zainul Khasanah yang menjadi pemandunya, diarahkan mengunjungi Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kebun Buah Belimbing Madu di Desa Waluyorejo, Kecamatan Puring dan Gua Jatijajar, Kecamatan Ayah. Kemudian sebelum pulang ke Yogya, rombongan diajak singgah ke Galeri Zahra Batik di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen.

Di kebun buah, jika buahnya sedang banyak, pengunjung bisa membeli buah dengan memetik sendiri buahnya lalu ditimbang. "Informasi ini yang mungkin membuat Bapak dan Ibu Joko ingin mengunjungi," lanjut Yuniati.

Sayangnya kemarin kebunnya sedang tidak banyak berbuah. "Tapi karena Bapak dan Ibu Joko ingin sekali melihat, jadi rombongan tetap berkunjung ke sana," terang Yuniati.

Meski tak bisa memetik buah sendiri, rombongan dibuat kagum dengan rasa belimbing madu yang bisa dibeli di warung-warung sekitar kebun. "Belimbingnya manis, tak ada rasa sepetnya sama sekali," kata Heru salah satu anggota rombongan.

Saat mengunjungi Galeri Zahra Batik, rombongan warga Sorogenen dibuat tertarik dengan batik Kebumen, khususnya yang batik tulis. Walaupun di Yogyakarta juga banyak batik.

"Corak batiknya khas, hand made-nya lebih terasa," ujar Joko.

Elis, pemilik Zahra Batik sangat gembira mendapat kunjungan rombongan wisdom dari Sleman, Yogyakarta. Sehingga galerinya yang biasa tutup pukul 17.00 WIB jadi tetap buka sampai malam untuk menunggu kedatangan rombongan.

"Habis maghrib rombongan baru datang. Setelah melihat-lihat produk batik Kebumen, alhamdulillah mereka banyak yang membeli," ucap Elis gembira.(*)
Powered by Blogger.