pendaftaran mahasiswa baru UPB

Candisari Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan

Mereka mengalami keracunan, setelah kondangan di pesta pernikahan yang berlangsung di sebuah resto di Kebumen.
Candisari Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan
GM Candisari Group Pangestu Edikaryanto dan Kepala Dinas Kesehatan Budi Satrio memberikan keterangan pers
www.inikebumen.net KEBUMEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen memastikan, penyebab keracunan 91 orang warga Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, disebabkan makanan yang mengandung mikroba.

Mereka mengalami keracunan, setelah kondangan di pesta pernikahan yang berlangsung di sebuah resto di Kebumen.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Dwi Budi Satrio, mengatakan, setelah keracunan, pihaknya melakukan penelitian tamu-tamu yang kondangan di katering yang sama. Dari 3 tempat dengan katering yang sama, hanya tamu undangan yang kondangan di satu ruangan yang mengalami keracunan.

“Jumlahnya ada 91 orang yang rawat inap,“ kata Budi Satrio, di Press Center Kebumen, Jumat, 7 Februari 2020.

Petugas mengambil sampel makanan sisa di sebuah ruangan tempat resepsi pernikahan diselenggarakan. Dari hasil penelitian laboratorium, ada kandungan nitrat dan nitrit dalam makanan dimaksud. Namun masih masih di bawah ambang batas.

Baca juga: Puluhan Warga Grenggeng Jadi Korban Pesta Pernikahan

Dari penelitian biologi , ditemukan mikroba di salah satu sampel makanan. Kandungan mikroba inilah, yang diduga menyebabkan keracunan.

“Kami nyatakan Kejadian Luar Biasa,“ kata Budi Satrio.

Korban keracunan yang dirawat di instalasi kesehatan pemerintah, yakni Puskesmas Karanganyar dan Wero, Gombong, bebas dari biaya. Ada rumah sakit yang membebaskan biaya melalui program corporate social responbility (CSR).

General Manager Candisari Group Pangestu Edikaryanto, menjelaskakn, tidak keberatan dengan hasil penelitian laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Kebumen pasca keracunan tamunya.

Pada saat kejadian, ada 3 resepsi pernikahan di restonnya. Namun tamu yang keracunan di satu ruangan. Kejadian ini menjadi pengalaman untuk penyajian yang lebih baik.

Adanya mikroba di salah satu sampel makanan yakni udang. Kemungkinan pada saat penyajian. Manajemen Resto Candi Sari meyakinkan, pengolahan makanan sudah sesuai dengan tata boga dan standar operasional prosedur.

"Kami bertanggung jawab membiayai pengobatan korban yang belum tercover pemerintah dan CSR," kata Pengestu.(*)
Powered by Blogger.