Kebumen Masuk Proyek Percepatan Pembangunan Ekonomi, Nilai Investasinya Capai Rp 3,3 Triliun

"Insya Allah akan mulai dikerjakan pada tahun 2021. Seperti untuk Kampung Garam anggarannya Rp 50 miliar, kemudian lanjutan pembangunan PPI Logending Rp 100 miliar,"
Kebumen Masuk Proyek Percepatan Pembangunan Ekonomi, Nilai Investasinya Capai Rp 3,3 Triliun
Bupati, foto bersama Kapolres (kiri) dan Dandim 0709 (kanan) pada acara sepeda santai KKN Mahasiswa UMP.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Kabupaten Kebumen masuk dalam usulan Perpres Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan di Jawa Tengah. Pada Perpres tersebut Kebumen masuk dalam Kawasan Barlingmascakeb. Yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen.

Bupati Yazid Mahfudz pun telah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2020 di The Ritz Carlton, Pasific Place, SCBD Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2020 lalu.

"Insya Allah akan mulai dikerjakan pada tahun 2021. Seperti untuk Kampung Garam anggarannya Rp 50 miliar, kemudian lanjutan pembangunan PPI Logending Rp 100 miliar," kata Yazid Mahfudz, pada acara sepeda santai dalam rangka perpisahan KKN mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo di Pantai Setrojenar, Minggu 23 Februari 2020.

Sejumlah usulan yang masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2019, yaitu Pembangunan Kawasan Industri di Petanahan.

Pengembangan Kawasan Industri di Petanahan dengan estimasi nilai investasi di dalam Perpres mencapai Rp 2 triliun yang bersumber dari BUMD.

Selain itu, Kampung Garam melalui program peningkatan produksi garam di Pantai Selatan Kebumen juga masuk dalam usulan ini.

Pada Perpres tersebut estimasi nilai investasi untuk peningkatan produksi garam Kebumen mencapai 50 miliar yang bersumber dari APBN.

Selanjutnya, pembangunan Jalan Ruas JJLS  Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen dengan estimasi nilai investasi Rp 1,2 triliun yang bersumber dari APBN. 

Kemudian, fasilitasi untuk pelaku industri pengolahan gula semut dengan estimasi nilai investasi Rp 34 miliar bersumber dari APBN. Yang terakhir, pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai Logending senilai Rp 100 miliar yang bersumber dari  APBN.

Berdasarkan usulan dari Pemprov Jateng, telah disepakati 32 usulan program/kegiatan di Kawasan Barlingmascakeb. Dengan total estimasi nilai investasi sebesar Rp 79,97 triliun lebih. Adapun dari 32 usulan program/kegiatan tersebut dibiayai melalui empat macam sumber.

Diantaranya APBN terdiri dari 25 usulan program/kegiatan dengan estimasi nilai investasi Rp 5,8 triliun lebih.

Kemudian, KPBU terdiri dari 3 usulan program/ kegiatan dengan estimasi nilai investasi Rp 1,16 triliun lebih, BUMN terdiri dari 3 usulan program/kegiatan dengan estimasi nilai investasi Rp 71 triliun.

Yang terakhir, BUMD terdiri dari 1 usulan program/ kegiatan dengan estimasi nilai investasi Rp 2 triliun.  Mayoritas usulan program/ kegiatan di Kawasan Barlingmascakeb berasal dari sektor jalan/jembatan dan transportasi.

Perpres Nomor 79 Tahun 2019 itu, sudah ditetapkan 20 November 2019 dan mulai berlaku 25 November 2019 lalu.(*)
Powered by Blogger.