Wanita ini Cerita Beratnya Perjuangan Lawan Corona hingga Sembuh

Ia melawan itu semua dengan meminum vitamin, banyak makan buah, makan makanan bergizi hingga pikiran positif.
Wanita ini Cerita Beratnya Perjuangan Lawan Corona hingga Sembuh
Siti Fatimah didampingi suaminya menunjukkan surat keterangan sembuh dari corona
INI Kebumen, ROWOKELE - Siti Fatimah (61), pasien pertama di Kebumen yang dinyatakan sembuh setelah sebelumnya positif virus corona atau Covid-19.

Dia dinyatakan sembuh oleh Tim Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soedirman Kebumen. Ia telah menjalani perawatan di sana sejak 1 April 2020. Tidak kurang dari dua pekan kondisinya terus membaik, sehingga pada Sabtu kemarin diperbolehkan pulang.

1. Terinfeksi Covid-19 setelah menghadiri acara wisuda di Yogyakarta
Wanita ini Cerita Beratnya Perjuangan Lawan Corona hingga Sembuh
Siti Fatimah saat akan meninggalkan rumah sakit
Wanita asal Desa Pringtutul, Kecamatan Rowokele ini mengaku terinfeksi Covid-19 setelah ia menghadiri acara wisuda keponakannya di Yogyakarta pada 11 Maret 2020. Dua hari setelahnya, ia mengeluhkan demam tinggi, batuk dan sesak napas.

"Dua hari berikutnya anak saya pulang (dari Malaysia). Terus paginya saya diantar ke dokter keluarga di Jatijajar," tutur Siti Fatimah, Sabtu, 18 Maret 2020.

Setelah satu minggu berobat ternyata tidak ada perubahan. Kemudian dia kembali memeriksakan kesehatannya ke dokter keluarga.

"Saya ditanyain keluhannya apa? Saya bilang saya batuk, pilek, demam, tenggorokan sakit, nafas sesak. Dokter memberi rujukan untuk ke rumah sakit PKU Gombong," kata wanita yang dikarunia 2 anak dan 1 cucu ini.

2. Sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gombong
Wanita ini Cerita Beratnya Perjuangan Lawan Corona hingga Sembuh
Siti Fatimah pulang diantar pulang
Selama 8 hari Siti Fatimah dirawat di ruang isolasi RS PKU Muhammadiyah Gombong. Kemudian, dipindahkan ke ruang perawatan selama 8 hari. Karena kondisinya membaik, dia diperbolehkan pulang.

"Empat hari kemudian saya dijemput untuk dirawat di RSUD Kebumen, karena hasil swab-nya keluar positif," ujarnya.

Menurutnya, selama sakit yang ia rasakan adalah tenggorokan sakit, sesak nafas, pusing-pusing, badan terasa lelah, hingga banyak mengeluarkan keringat.

"Saking pusingnya, saya sempat pingsan disana. Rasanya panas sekali," imbuhnya.

3. Banyak makan buah, makanan bergizi dan banyak berdoa
Wanita ini Cerita Beratnya Perjuangan Lawan Corona hingga Sembuh
Surat keterangan Siti Fatimah dinyatakan sembuh dari Covid-19
Ia melawan itu semua dengan meminum vitamin, banyak makan buah, makan makanan bergizi hingga pikiran positif.

"Kalau malam saya sholat hajat, berdoa apa saja saya lakukan untuk kesembuhan. Alhamdulillah Allah memberikan kesembuhan," katanya.

Selain itu, ia mengatakan dorongan semangat dari keluarga dan dokter sangat berpengaruh dalam kesembuhan dirinya.

"Saya selalu telpon suami, anak dan cucu di rumah. Agar selalu menjaga kesehatan, jangan bepergian dulu terus cuci tangan, kalau makan atau mau apa," sambungnya.

Setelah selama 18 hari dirawat, Siti Fatimah, dinyatakan telah sembuh dan ini dipulangkan dari RSUD Dr Soedirman Kebumen, Sabtu siang, 18 April 2020.

Baca juga: Dinyatakan Sembuh dari Corona, Pasien ini Pulang Diantar Langsung Bupati Kebumen

Kepulangan pasien ini cukup spesial. Di pintu keluar Bangsal Kenanga, tempat pasien Covid-19 itu dirawat, disambut oleh Bupati Yazid Mahfudz. Bahkan Bupati mengantarkan langsung hingga ke rumah pasien.



Pasien dan keluarganya diantar menggunakan mobil operasional RSDS Kebumen. Sedangkan Yazid Mahfudz, menggunakan mobil dinas Camry AA 1 D.

Yang lebih spesial lagi, saat tiba di rumah, pasien ini disambut oleh ratusan warga sekitar. Mereka ingin menyambut warga mereka yang telah berhasil berjuang melawan virus corona.

Bupati Yazid Mahfudz, mengatakan pemulangan dilakukan setelah 2 kali hasil laboratorium atas swab pasien di Balai Besar Tehnik Kesehatan dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta dinyatakan negatif.

"Pasien ini telah 2 kali diambil swab-nya. Kedua swab dinyatakan negatif, sehingga pasien dipulangkan," kata Yazid Mahfudz.(*)
Powered by Blogger.