Jualan Pil Hexymer, Kuli Bangunan Asal Sempor ini Ditangkap Polisi

Karena mahal, pengguna sabu banting setir Edarkan Pil Hexymer
Jualan Pil Hexymer, Kuli Bangunan Asal Sempor ini Ditangkap Polisi
Tersangka dihadirkan saat saat press rilis di Polres Kebumen.(Foto: Humas Polres Kebumen)
INI Kebumen, KEBUMEN - Warga Desa Selokerto, Kecamatan Sempor, berinisial TM (27), dibekuk jajaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen. Dia ditangkap karena diduga mengedarkan secara ilegal pil hexymer kepada masyarakat umum.

Pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini ditangkap di daerah tempatnya tinggal pada Kamis 19 Maret 2020 lalu.

Dari penangkapan itu, Sat Resnarkoba berhasil mengamankan 140 butir Pil Hexymer atau 14 paket hemat yang masing-masing berisi 10 butir Pil Hexymer siap edar.

Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengungkapkan dari penjualan itu tersangka menerima keuntungan 200 persen lebih untuk setiap paketnya. Setiap paketnya, tersangka membeli dari seseorang dengan harga Rp 10 ribu. Kemudian, dijual kembali dengan harga Rp 35 ribu.

"Kepada penyidik tersangka mengaku adalah seorang pemakai Narkoba jenis Sabu," kata Rudy, saat press rilis didampingi Kasat Res Narkoba AKP R Widiyanto.

Menurutnya, tersangka yang dalam kesehariannya adalah kuli bangunan. Dia banting setir beralih mengkonsumsi Pil Hexymer karena mahalnya harga narkoba jenis sabu.

Tersangka mulai mengedarkan Pil Hexymer dari pertengahan 2019. Dari keuntungan itu bisa untuk membeli rokok dan pil Hexymer untuk dirinya. "Sasaran penjualannya adalah para remaja dan anak jalanan," sambungnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 196 Jo. Pasal 98 Ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun  penjara dan denda paling banyak 1 Miliar Rupiah.

Untuk, Pil Hexymer merupakan obat dari golongan psikotropika golongan IV yang biasanya dipakai untuk pengobati penyakit parkinson.

Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat pengurang ketegangan. Peredaran Hexymer memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang salib merah.

Obat ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan jika dalam penggunaannya tidak menggunakan resep dokter.

Hexymer memiliki beberapa efek samping seperti penglihatan kabur, pusing, mulut kering, dan gangguan saluran cerna. Hal ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek mabuk.(*)
Powered by Blogger.