Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Kebumen Diprediksi Hingga 15 Juni 2020

Untuk sementara hindari pesisir selatan Kebumen
Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Kebumen Diprediksi Hingga 15 Juni 2020
Ilustrasi
INI Kebumen, KEBUMEN - Tinggi gelombang laut tinggi di Perairan Selatan diperkirakan terjadi mulai Sabtu, 13 Juni 2020 pukul 19.00 WIB. Diprediksi gelombang ekstrim ini akan berlangsung hingga Senin, 15 Juni 2020 pukul 19.00 WIB.

BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jawa dan Samudera Hindia Selatan.

BMKG memprakirakan gelombang tinggi mencapai 2,5-4 meter atau berbahaya di Perairan Selatan. Sedangkan, gelombang tinggi 4-6 meter atau sangat berbahaya di Samudera Hindia Selatan.

Dalam penjelasannya, BMKG menyampaikan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 5-25 knot. Sedangkan, di wilayah selatan Indonesia dari timur-tenggara dengan kecepatan 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. 

Sejumlah perairan selatan dan Samudera Hindia Selatan berpeluang mengalami gelombang tinggi. Yakni di Kebumen, Sukabumi, Cianjur. Kemudian, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Purworejo dan Yogyakarta.

BMKG mengimbau agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot, tinggi gelombang di atas 1,25 meter).

Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot, tinggi gelombang di atas 1,5 meter), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tingggi gelombang di atas 2,5 meter). Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4 meter).

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," lanjut BMKG.(*)
Powered by Blogger.