pendaftaran mahasiswa baru UPB

Imbas Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Kebumen Direvisi Jadi 2-3 Persen

Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Kebumen pada tahun 2020 yang sebelumnya diproyeksikan sebesar 1,99% direvisi menjadi 8±1%.
 Imbas Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Kebumen Direvisi Jadi 2-3 Persen
Bupati Yazid Mahfudz, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kebumen, 21 Juli 2020.
INI Kebumen, KEBUMEN - Pemkab Kebumen melakukan revisi pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 dari sebelumnya diproyeksikan sebesar 5,5% menjadi 2-3%.

Revisi dilakukan menyusul  selama semester I tahun 2020 perekonomian daerah, nasional hingga global mengalami syok akibat terjadinya pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Yazid Mahfudz, pada Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Kebijakan Umum Perubahan APBD / Perubahan PPAS Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD Kebumen, Selasa, 21 Juli 2020.

"Ini akan menyebabkan meningkatnya masalah-masalah ekonomi.. Yaitu peningkatan pengangguran, penurunan daya beli hingga peningkatan angka kemiskinan," kata Yazid Mahfudz.

Yazid membeberkan, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97%. Diperkirakan akan melambat hingga mencapai -0,4–2,3% pada tahun 2020.

Sementara itu berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada tahun 2020 diprediksi di bawah 5%. Sehingga untuk Kabupaten Kebumen juga dilakukan revisi terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 dari sebelumnya diproyeksikan sebesar 5,5% menjadi 2-3%.

"Laju inflasi Indonesia pada tahun 2020 diproyeksikan sebesar 3±1%.  Sementara laju inflasi Kabupaten Kebumen diproyeksikan sebesar 4±1%  dengan menfokuskan pemantauan mata rantai pasokan barang dan jasa," bebernya.

Ia memaparkan, tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Kebumen pada tahun 2020 yang sebelumnya diproyeksikan sebesar 1,99% direvisi menjadi 8±1%. Hal ini dikarenakan meningkatnya pemutusan hubungan kerja.

"Sebagai perbandingan tingkat pengangguran terbuka di tingkat nasional  diproyeksikan sebesar 7,8-8,5% pada tahun 2020," ujarnya.

Terjadinya penurunan aktivitas ekonomi Kabupaten Kebumen pada tahun 2020, lebih diarahkan dalam rangka mengatasi penyebaran Covid-19.

"Yakni dengan memfokuskan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat dengan prioritisasi dan optimalisasi sektor unggulan dan sektor pendukungnya," tandasnya.(*)
Powered by Blogger.