pendaftaran mahasiswa baru UPB

Duh! 36 Guru Terkonfirmasi Positif Covid-19, Total Kasus di Kebumen Tembus 163

Warga Kebumen yang telah diperiksa menggunakan PCR sebanyak 2.639 orang atau 0,2 persen dari jumlah penduduk.  
Duh! 36 Guru Terkonfirmasi Positif Covid-19, Total Kasus di Kebumen Tembus 163
Kegiatan rapid test. (Ilustrasi)
INI Kebumen, KEBUMEN - Enam kasus baru dilaporkan bertepatan dengan Hari Jadi ke-390 Kabupaten Kebumen, Jumat 21 Agustus 2020.

Hingga Jumat malam,  kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen mencapai 163 orang. Terdiri  2 orang meninggal dunia, 16 orang dalam isolasi dan 145 orang sembuh.

Adapun enam orang yang baru dinyatakan positif Covid-19, yaitu  SEW (31) laki-laki, TP (31) perempuan, IO (20) perempuan. Selanjutnya, TAR (55) laki-laki, SS (64) perempuan dan DE (26) perempuan.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto, menjelaskan DE merupakan pasien RS dr Moewardi Solo untuk melakukan kemotherapi.

Sementara itu SS memiliki riwayat baru saja ada acara keluarga, tamu yang datang dari Malang dan Purworejo.

"IO memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta," katanya, melalui siaran persnya.

Sedangkan SEW, TP dan TAR merupakan kontak erat dari kelompok guru laju yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 terdahulu.

Hingga saat ini, ada tidak kurang dari 36 guru laju yang berasal dari Kabupaten lain seperti Purworejo dan Banyumas yang diperiksa dan terkonfirmasi positif.

"Kesemuanya sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan kasus dan surveilans epidemiologi," ujar Cokro.

Cokro menambahkan, hingga saat ini penduduk Kebumen yang telah menjalani pemeriksaan menggunakan rapid test massal sebanyak 35.107 orang (2,7persen) dari jumlah penduduk.

Jumlah tersebut sudah cukup memadai, jika dibandingkan di beberapa negara yang melakukan pemeriksaan yang sama. Angkanya berkisar 2,5 sampai dengan 3 persen dari jumlah penduduk.

Sementara itu penduduk yang dilakukan pemeriksaan menggunakan PCR hingga saat ini sebanyak 2.639 orang dari jumlah penduduk (0,2 persen).

"Jumlah tersebut sudah memenuhi target pemeriksaan, jika dibandingkan dengan 0,1 persen dari jumlah penduduk menurut standar WHO," pungkasnya.(*)
Powered by Blogger.