pendaftaran mahasiswa baru UPB

Bantu Krisis Air, Kowara Bangun 9 Sumur Bor di Desa Tugu

Sekda Hadiri Penyerahana Bantuan Sumur Kowara di Desa Tugu 

Bantu Krisis Air, Kowara Bangun 9 Sumur Bor di Desa Tugu
Sekda meninjau sumur bor yang dibangun Kowara
INI Kebumen, BUAYAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Ujang Sugiono,  mengapresiasi Komunitas Warga Rantau (Kowara) Desa Tugu, Kecamatan Buayan, yang telah membangun 9 titik sumur bor. 

"Saya sangat mengapresiasi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kebumen menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan," kata Ujang Sugiono, saat menyaksikan penyerahan bantuan sumur bor dari dari Kowara di Balai Desa Tugu, Jumat, 25 September 2020. 

Ujang berharap, bantuan sumur bor ini bisa dimanfaatkan semua lapisan masyarakat serta digunakan sebaik–baiknya. Sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi, apalagi disaat musim kemarau datang.

"Saya berpesan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar menjaga keberlangsungan sumur bor ini. Dirawat dan dijaga sehingga dapat memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat," pintanya.

Selain itu, Ujang juga berharap aksi yang dilakukan Kowara ini  dapat menginspirasi dan memotivasi komunitas lainnya untuk berbuat kebaikan dan berjiwa sosial. 

"Semoga Paguyuban Kowara semakin solid kedepan dan semakin menorehkan prestasinya," imbuhnya.

Ketua Umum Kowara, Dimas Suparyo, mengatakan Kowara telah membangun sumur bor di 9 titik di Desa Tugu senilai Rp 200 juta. Sumur bor tersebut dibangun oleh warga perantauan asa desa setempat yang tergabung dengan Kowara.

"Bantuan ini sangat diperlukan warga Tugu, yang selama ini dikenal sebagai daerah yang selalu kesulitan air saat musim kemarau," katanya.

Dimas menjelaskan, bantuan sumur bor dilatarbelakangi saat pihaknya memberikan bantuan air bersih pada 2018 lalu. 

"Kami menilai bantuan droping air bersih kurang efisen karena setiap tahun ada kekeringan. Makanya kita punya ide untuk jangka panjang, yaitu sumur bor," terangnya. 

"Fungsi bukan hanya sekali pakai, tapi setiap kekeringan bisa dimanfaatkan. Ini jangka panjang,"sambungnya.

Kedalaman dari masing-masing sumur bor bervariasi. Mulai dari 98 meter hingga 110 meter. Sedangkan, setiap titik sumur bor dapat melayani 40-50 KK yang selama ini kesulitan mendapat pelayanan air bersih. 

"Sumur bor yang kita gali itu yang memang belum terjangkau oleh bantuan pemerintah," imbuhnya.(*)

Powered by Blogger.