pendaftaran mahasiswa baru UPB

Kisah Gubuk Reot Nenek Ratinem, 'Disulap' Sedulur Kebumen jadi Rumah Layak Huni

Gubuk Reot Nenek Ratinem Diperbaiki Sedulur Kebumen

Kisah Gubuk Reot Nenek Ratinem, 'Disulap' Sedulur Kebumen jadi Rumah Layak Huni
Ratinem duduk di kursi roda di depan rumah barunya.
INI Kebumen, AMBAL - Setelah sepuluh tahun tinggal di tempat tidak layak, gubuk reot Nenak Ratinem (70) warga Desa Entak Kecamatan Ambal selesai diperbaiki oleh Paguyuban Sedulur Kebumen. 

Kunci rumah baru tersebut diserahterimakan pada Jumat, 2 Oktober 2020 sore. 

Kepala Desa Entak, Sumardi, menyampaikan terima kasihnya kepada Sedulur Kebumen yang telah memperbaiki rumah Nenek Ratinem. Sehingga rumah barunya saat ini sudah sangat layak. 

"Atas nama Pemerintah Desa, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari Sedulur Kebumen kepada warga kami," tuturnya. 

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, berharap rumah baru tersebut bermanfaat dan bisa membuat nyaman penghuninya. 

"Ini adalah rumah ke-26 yang diperbaiki oleh Sedulur Kebumen. Ke depan kita akan terus lanjutkan program ini sampai tidak ada lagi RTLH di Kebumen," tegasnya. 

Koordinator Bedah Rumah Sedulur Kebumen, Sugeng Budiawan, menegaskan program bedah rumah dapat berjalan berkat kekompokan seluruh anggota Paguyuban Sedulur Kebumen. 

Aksi tersebut, kata Sugeng, murni sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kuran beruntung di Kabupaten Kebumen. 

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah rela berbagi untuk masyarakat kurang beruntung," tegasnya. 

Baca juga: Derita Usia Senja, Nenek Lumpuh dan Tuli di Ambal Tinggal di Gubuk Reyot

Kisah Gubuk Reot Nenek Ratinem, 'Disulap' Sedulur Kebumen jadi Rumah Layak Huni
Nenek Ratinem ngesot di depan gubuk reot sebelum diperbaiki.

Sebelumnnya, Ratinem, perempuan yang berusia lanjut ini sudah sepuluh tahun tinggal seorang diri di sebuah gubuk reot tanpa ada keluarga yang menemani.

Nenek 70 tahun itu tinggal di Dukuh Kembaran RT 02 RW 01 Desa Entak, Kecamatan Ambal. Hari-harinya dihabiskan dalam gubuk, karenanya tidak bisa bepergian. 

Dia lumpuh, tidak bisa berjalan, dan hanya bisa ngesot. Bahkan, untuk makan sehari-hari nenek Ratinem yang tidak memiliki anak ini hanya bergantung pada belas kasihan para tetangga sekitar. 

Pemerintah Desa Entak telah membuat rumah baru berukuran 2x3 meter berbahan asbes.Tetapi rumah baru itu masih saja belum layak. Tak ada fasilitas apapun di dalam rumah itu, termasuk tempat MCK dan lampu penerangan. 

Hingga akhirnya Paguyuban Sedulur Kebumen membuatkan rumah berukuran 6 meter x 4,5 meter yang lebih layak.(*)

Berikut videonya:

Powered by Blogger.