pendaftaran mahasiswa baru UPB

Bareng Relawan GSK, Mahasiswa KKN-RDR UIN Walisongo Bantu Korban Bencana

Bantu korban bencana

Bareng Relawan GSK, Mahasiswa KKN-RDR UIN Walisongo Bantu Korban Bencana
Diyanah saat membagikan bantuan sembako
INI Kebumen, PADURESO - Hujan deras yang terjadi pada akhir bulan Oktober 2020 telah mengakibatkan tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Kebumen, antara lain Kecamatan Padureso. 

Mengantisipasi bencana tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN-RDR) Angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang, Diyanah Muliana. Bersama relawan Gerakan Sedekah Kebumen (GSK) dia membantu warga terdampak bencana dengan mendistribusikan sembako. 

“Kegiatan distribusi sembako sangat membantu bagi warga terdampak bencana. Sebagai mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Walaupun medan yang ditempuh cukup sulit dan sempat diterjang hujan, kami tetap melakukannya dengan hati-hati dan juga tetap melakukan protokol kesehatan,” jelas Diyanah, Selasa 10 November 2020 saat menceriterakan pengalamannya ke lokasi bencana.

Lebih lanjut diceritakan Diyanah bahwa di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, beberapa rumah di sekitar sungai sempat kebanjiran. 

"Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya air sungai yang terdapat di sekitar rumah warga. Beberapa rumah warga yang cukup jauh dari sungai tetapi dekat dengan tebing pun ada yang roboh akibat tertindih tanah longsor. Banyak warga yang mengungsi setelah rumahnya tertimpa tanah longsor," lanjut Diyanah.

Sekretaris Desa Kalijering, Kirman, menambahkan warga yang rumahnya berada di bawah tebing sebelumnya sudah merasa takut, kalau sewaktu-waktu gundukan tanah yang ada di depan rumahnya longsor. 

"Benar saja pada malam itu peristiwa yang tidak diinginkan terjadi. Beberapa rumah warga yang selamat sengaja dikosongkan karena mereka takut jika sewaktu-waktu tanah longsor terjadi lagi,” kata Kirman menceriterakan peristiwa longsor di desanya.

Menyinggung kegiatan yang dilakukan GSK, salah seorang relawannya, Nur Abidin, mengatakan visi yayasannya adalah menjadi wadah Gerakan Sosial dan Kemanusiaan yang mengelola sedekah secara amanah dan transparan untuk meringankan derita umat.

“Tujuan adanya yayasan GSK ini agar dapat membantu sesama terutama masyarakat di Kebumen," terangnya. 

Dijelaskan Nur Abidin, program GSK dibagi menjadi 2 jenis, yaitu program utama dan program tambahan. Untuk kegiatan tanggap bencana ini masuk ke dalam program tambahan. 

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang tertimpa musibah,” pungkasnya.(*)

Powered by Blogger.