Relawan Koko dari 26 Kecamatan Gelar Kopdar di Sempor

Nantinya setelah pilbup relawan kotak kosong jangan bubar 

Relawan Koko dari 26 Kecamatan Mengadakan Kopdar
Relawan Kotak Kosong
INI Kebumen, SEMPOR - Relawan Kotak Kosong (Koko) yang berasal dari 26 kecamatan se Kabupaten Kebumen, mengadakan kopi darat (kopdar) di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Minggu 8 November 2020 sore. 

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 orang itu menjadi ajang curah pendapat dan sumbang saran para relawan yang sebelumnya berinteraksi melalui media sosial (medsos) seperti facebook dan group-group whatsapp.

Panggih Prasetya yang mengawali pembicaraan menyampaikan bahwa pihaknya sudah mensinyalir akan adanya pasangan calon (paslon) tunggal saat pendaftaran bakal calon (balon) bupati-wakil bupati di DPC PDIP Kebumen.

"Arif Sugiyanto datang mendaftar balon bupati di DPC PDIP dengan dikawal ketua-ketua partai lain. Ini ada apa?" ungkapnya.

Sebagai Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kebumen, salah satu organisasi sayap PDIP, Panggih menilai munculnya paslon tunggal tidak baik.

"Karena itu ketika PDIP memberi rekom kepada Arif Sugiyanto, saya berharap partai-partai lain memberikan rekom kepada kandidat-kandidat lain," lanjut Panggih.

Ketika partai-partai lain akhirnya juga memberikan rekom kepada paslon yang sama sehingga paslon tunggal dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kebumen tahun 2020 benar-benar terwujud, gerakan kotak kosong mulai menguat.

Ketua DPD Partai Berkarya Kebumen, Gatot Edy Basuki, yang hadir dalam pertemuan tersebut membenarkan makin menguatnya pilihan pada kotak kosong.

"Saya sering turun ke masyarakat dan mendengarkan pembicaraan di warung-warung sudah cenderung memilih kotak kosong," katanya.

Tokoh masyarakat Gombong, Bambang Priyambodo, dalam kesempatan tersebut juga ikut memberikan arahan. 

Ditegaskannya bahwa pilihan pada kotak kosong karena paslon tunggal dinilai kurang memiliki kemampuan manejerial dan leadership yang dibutuhkan untuk memimpin Kebumen.

"Kalau kotak kosong yang menang tidak berarti ada kevakuman kepemimpinan. Karena akan ada Pj Bupati yang akan ditunjuk Gubernur Jateng dan kerjanya tetap diawasi DPRD Kebumen," jelasnya.

Antusiasme relawan kotak kosong dalam mengikuti pertemuan direspon Mundir Hasan dengan mengingatkan agar nantinya setelah pilbup relawan kotak kosong jangan bubar. 

"Masih ada kegiatan-kegiatan lain yang bisa dilakukan bersama," ujarnya.

Kopdar diakhiri dengan foto bersama dan pembagian baner untuk masing-masing kecamatan.(*)

Powered by Blogger.