VIDEO: Pendopo Kabupaten Kebumen Pernah Dibumi Hangus

Kantor Bank Jateng Dulunya Hotel Juliana

VIDEO: Pendopo Kabupaten Kebumen Pernah Dibumi Hangus
Bekas Gedung Asisten Residen Kebumen
INI Kebumen, KEBUMEN - Sejumlah peristiwa sejarah pernah terjadi di seputar Alun-alun Kebumen pada masa lampau. 

Bersama Historical Study Trip pada edisi kali ini kita akan napak tilas jejak masa lalu menelusuri sudut-sudut Kota Kebumen yang penuh kisah sejarah.

Kantor Asisten Residen dan Pendopo Kabupaten Kebumen

Dua tempat ini merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Kebumen.  Pendopo Kabupaten Kebumen yang saat ini juga sebagai Rumah Dinas Bupati, terletak di sisi utara Alun-alun. 

Sedangkan, Kantor Asiten Residen saat ini menjadi Gedung F tempat berkantornya Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, terletak di timur Alun-alun. 

Pada 1927, Arungbinang VII menikahkan putrinya RA Siti Chatidjah dengan Raden Moekahar. 

Surat Kabar De Locomotief, 22 Februari 1927, melaporkan di dua tempat ini selama semalam suntuk hingga menjelang dini hari diadakan sejumlah pesta. Diantaranya tayuban, tandak, serta sejumlah fragmen wayang.  

Pada masa Agresi Militer,  dua tempat penting ini pernah dibakar massa. Peristiwa ini terjadi setelah Perjanjian Linggarjati antara Indonesia-Belanda pada 25 Maret 1947. 

Pada 27 Mei 1947 Delegasi Belanda mengirimkan nota ancaman dan berisi tuntutan-tuntutan yang menimbulkan kemarahan Rakyat Kebumen. 

Pada September 1947, pasukan Belanda merangsek masuk Kota Kebumen. Orang-orang  ditangkap dan ditembak diatas jembatan kereta api yang dikenal dengan Jembatan Renville.

Tentara Belanda yang berada di Gombong menyerang dan masuk Kebumen melalui jalan kereta api dan Pejagoan. 

Oleh karena tindakan Belanda yang tiba-tiba, pasukan gerilya dan rakyat mengadakan bumi hangus secara kilat. 

Bangunan-bangunan yang dibumihanguskan oleh pasukan gerilya republik antara lain: Jembatan Tembono, Pendopo Kabupaten, gedung pemerintah, rumah gadai, sekolahan, toko-toko dan rumah penduduk.

Sejarah Masjid Agung Kebumen

Masjid Agung Kebumen didirikan oleh KH Imanadi, yang hidup pada 1775-1850 M.  Beliau adalah putra Kiai Nurmadin bin Pangeran Abdurahman (Kiai Marbut Roworejo). 

KH Imanadi  merupakan ahli fikih dan hukum ketatanegaraan yang gigih membantu Pangeran Diponegoro. Dan karena itulah dia kemudian ditahan Belanda.

Ketika Aroeng Binang IV menjadi Adipati di Kebumen, KH Imanadi dikeluarkan dari penjara dan diangkat menjadi Penghulu Landraad pertama di Kebumen. Beliau diberi hadiah tanah luas di barat Alun-alun Kebumen yang kini menjadi Dusun Kauman. 

Pada 1832 sebagian tanah itu diwakafkannya untuk pembangunan masjid, yang sekarang menjadi Masjid Agung Kebumen.

Kantor Bank Jateng Dulunya Hotel Juliana

Letak Hotel Juliana berada di areal yang sekarang menjadi Bank Jateng dan lahan kosong di sebelahnya. Menurut beberapa kesaksian warga, disana pernah menjadi berdiri sebuah hotel bernama Juliana. 

Dalam sebuah laporan surat kabar De Locomotief, 14 Desember 1931, disebutkan selama beberapa tahun, Kebumen telah memiliki hotel yang sangat bagus, Hotel Juliana. 

Namun, demikian belum ada data pasti yang menyebutkan tarikh pendirian hotel paling mewah di Kebumen pada masanya. Hanya saja dipastikan Hotel Juliana didirikan di era kepemimpinan Arungbinang VII.

Berdirinya Kantor Pos Kebumen

Sebuah data yang cukup menarik ditemukan dari sebuah laman berbahasa Belanda. Dimana ada keterangan dibawah gambar kartu pos berstempel Kebumen. 

Kebumen menggunakan stempel pos pada tahun-tahun awal setelah pembukaan stasiun. Sekalipun keberadaan Kantor Pos sudah berdiri sejak 20 Maret 1885. Kemungkinan juga menerima pelayanan pos pada 1 Oktober 1891.(*)

Berikut video lengkapnya: 

Powered by Blogger.