Wedang Serbuk Jahe Cocok untuk Jaga Kesehatan di Masa Pandemi

KKN-RDR UIN Walisongo Semarang Kelompok 126.

Wedang Serbuk Jahe Cocok untuk Jaga Kesehatan di Masa Pandemi
Kelompok ibu ibu PKK Desa Wotbuwono foto bersama usai mengikuti pelatihan
INI Kebumen, KLIRONG - Wedang serbuk jahe bermanfaat untuk meningkatkan imun (daya tahan) tubuh agar tetap sehat di tengah wabah Covid-19. 

Hal itu yang menjadi pertimbangan sejumlah mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN-RDR) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Kelompok 126. Yakni membuat pelatihan sekaligus menyosialisasikan pembuatan ramuan herbal tersebut. 

"Tujuan pelatihan ini memberikan pengetahuan dan wawasan kepada ibu-ibu terkait pembuatan serbuk jahe," jelas Nurul Fadlilah selaku penanggung jawab kegiatan tersebut.

Menurut Nurul, di masa pandemi sekarang ini setiap orang dituntut untuk menjaga kesehatan badan. Karena itulah Tim KKN-RDR UIN Walisongo Kelompok 126 mengajak ibu-ibu PKK Desa Wotbuono, Kecamatan Klirong, untuk mengkonsumsi minuman herbal buatan sendiri. 

"Dari pembuatan serbuk jahe tersebut juga bisa menambah penghasilan jika ingin dipasarkan," imbuh Nurul. 

Pelatihan pembuatan serbuk jahe dilaksanakan di Balai Desa Wotbuono, Minggu 8 November 2020 lalu, diikuti ibu-ibu anggota PKK Desa Wotbuono.

"Cara membuat serbuk jahe cukup mudah. Rendam dan cuci bersih jahe, terus diparut atau ditumbuk sampai halus. Lalu peras jahe untuk diambil air jahenya. Sisa perasan diambahi lagi air secukupnya untuk diperas kembali jahenya," terang Deselva saat memberikan pelatihan.

Air jahe selanjutnya ditambahi gula, serai dan kayu manis, lalu dipanaskan dengan kompor dengan nyala api sedang.

"Aduk terus air jahenya sampai berbusa dan airnya habis. Kemudian angkat sambil diaduk terus sampai jahenya berubah menjadi bubuk. Ayak bubuk jahe agar lebih halus teksturnya, terakhir kemas sesuai kebutuhan dan selera," kata Deselva menerangkan pembuatan serbuk jahe.

Selanjutnya untuk membuat wedang serbuk jahe tinggal mencampurkan serbuk jahe dengan gula pasir, serai dan kayu manis, lalu diseduh air hangat.

"Wedang jahe siap dinikmati," kata Deselva seraya mempersilahkan peserta pelatihan untuk mencobanya.

Kegiatan ini disambut baik ibu-ibu sebagaimana dituturkan Ketua TP PKK Desa Klirong, Fitri. 

"Kami senang dengan adanya kegiatan ini. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, ibu-ibu bisa membuatnya sendiri. Syukur-syukur bisa dijadikan bisnis jual beli," harapnya.(*)

Powered by Blogger.