Gerakan Belanja Parsel Produk UMKM, Dukungan Pemprov Jateng Bagi Pengusaha Kecil

Gerakan belanja produk UKM ini direspon baik dari berbagai lingkup OPD Provinsi Jawa Tengah.

Gerakan Belanja Parsel Produk UMKM, Dukungan Pemprov Jateng Bagi Pengusaha Kecil
Gerakan belanja parsel produk UMKM Jateng
INI Kebumen, SEMARANG - Pemprov Jateng menggalakkan program belanja parsel lebaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Gerakan ini untuk menyerap produk pengusaha kecil jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 2000 paket yang terbeli oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), BUMD maupun BUMN. 

Selaku gubernur, di berbagai ajang  ekonomi, Ganjar selalu menyatakan komitmennya untuk mendukung UMKM di wilayahnya, khususnya dalam melewati masa sulit akibat pandemi Covid-19. 

“Penting untuk kita mendorong, memfasilitasi dan melihat para pelaku UKM agar mereka tetap bertahan. Meskipun belum bisa pulih, tapi setidaknya saya akan terus kasih semangat mereka semuanya, agar memiliki mental baja menghadapi pandemi dalam berbisnis," tegas Ganjar pada salah satu event UMKM di Borobudur. 

Ganjar mengatakan agar UMKM tetap bisa bertahan, produk mereka harus memiliki kualitas yang baik. Kepala Dinas Koperasi dan UKM  Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, menjamin hal itu telah dipenuhi dalam program belanja parsel lebaran produk UMKM ini. 

Ema menuturkan produk parsel lebaran itu telah terjamin kualitas, keamanan, dan kehalalannya karena sebelumnya telah dilakukan proses kurasi produk. 

"Pada (proses) persiapan, (semua produk) terlebih dahulu kami kurasi. Paling tidak produk makanan harus memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan (label) halal. Itu untuk menjamin keamanan dari konsumen. Kedua, dari segi kemasan harus yang bagus, kami tidak mau yang bungkusnya plastik tipis. Selanjutnya, kapasitas produksi harus siap memenuhi 1000 paket dalam kurun dua minggu," ujar Ema. 

Ia menambahkan, ada tiga produk parsel yang ditawarkan yakni, paket Sukkari senilai Rp 300.000, paket Medjool senilai Rp 400.000 dan paket Ajwa senilai Rp 500.000. 

Di dalam paket parsel tersebut terdapat 10 hingga 14 produk, seperti abon, rengginang, emping, sirup jahe, kopi, stik sayur, serundeng, keripik talas, hingga bandeng kaleng. 

Gerakan belanja produk UKM Jawa Tengah ini direspon baik dari berbagai lingkup OPD Provinsi Jawa Tengah. 

"Pak Gubernur juga beli yang paket Rp 500 ribu, pokoknya banyak. Kalau tidak salah ingat 15, 20 ya 30  paket.  Ads Paket Ajwa, Medjool sama Sukkari dibeli semua," ungkap Ema melalui sambungan telepon, Jumat 23 April 2021. 

Ema mengatakan, selain di OPD Provinsi Jawa Tengah, gerakan ini juga dilakukan di lembaga keuangan, di bawah komando Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ke depan, program ini diharapkan diadopsi dengan event yang berbeda. 

"Ide awalnya dari Pak Amman OJK, yang ingin membantu penjualan dari UKM. Ini sebagai bentuk karikatif (bantuan kepedulian). Di masa lebaran kan banyak membutuhkan. Harapannya untuk event lain, semisal pemberian cenderamata, (juga bisa) kita arahkan ke UKM, seperti yang dilakukan OJK. (Mereka) memberikan bingkisan ke tamu yang isinya dari produk UKM," imbuhnya.(*)

Powered by Blogger.