pendaftaran mahasiswa baru UPB

Catat! Budaya dan Agama Tidak Dapat Dipisahkan

Merespon Komitmen Pemda, Karang Taruna Peniron Gelar Sarasehan Budaya 

Catat! Budaya dan Agama Tidak Dapat Dipisahkan
Sarasehan budaya di Desa Peniron, Pejagoan
INI Kebumen, PEJAGOAN - Karang Taruna Tunas Karya Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, menggelar Halal Bi Halal dan Sarasehan Budaya di Balai Desa setempat, Sabtu, 29 Mei 2021 malam. 

Acara yang bertajuk "Berbudaya di Era Digital" berlangsung pukul 20.30-23.00 WIB, diikuti sekitar 40 orang peserta.  

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Moh Amirudin dan Camat Pejagoan Farita Listiyanti. Serta perangkat Desa Peniron dan tokoh-tokoh masyarakat lainya. 

Ketua Karang Taruna Tunas Karya Desa Peniron Restu Andi Saputro mengatakan bahwa acara tersebut menjadi sarana menjalin silaturahmi antar generasi dan wahana menghidupkan budaya. 

"Ketua karang taruna lintas generasi kita undang, agar tetap terjalin silaturahmi dan tidak kepaten obor. Selain itu acara ini juga sebagai respon kepada pemda atas komitmennya menghidupkan budaya," ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Kepala Desa Peniron Triono Adi juga sangat mendukung kegiatan halal bi halal. 

"Kegiatan ini sangat bagus, bukti bahwa pemuda peniron adalah generasi yang cerdas. Semoga ke depannya Desa Peniron semakin maju, karena pemimpin desa berikutnya adalah generasi muda sekarang," terang Triono.

Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih mengaku bangga dengan program yang dijalankan Karang Taruna Desa Peniron ini. 

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada karang taruna yang bekerja keras untuk acara ini. Sangat sedikit sekali kaum muda, khususnya di karang taruna yang masih mau konsisten nguri-uri budaya. Semoga Karang Taruna Desa Peniron bisa menjadi contoh dan teladan bagi karang taruna yang lain. 

Sarasehan budaya berlangsung cukup gayeng, dengan pembicara Ketua Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta Hadiningrat Cabang Kebumen KRT Arif Priyantoro Rekso Budoyo dan Ketua BPD Desa Peniron Irfangi yang juga Pendiri Karang Taruna Tunas Karya. 

KRT Arif Priyantoro dalam ulasannya tentang pengertian budaya, tradisi, dan tantangannya pemgembangan budaya mengatakan bahwa budayan tidak akan lepas dari jiwa manusia. 

"Manusia tidak akan lepas dari budaya, setiap jiwa manusia pasti berbudaya. Akan tetapi budaya ini terkadang akan berganti seiring perkembangan zaman. Semoga budaya kita tetap eksis meski zaman sudah pada era digital," paparnya. 

Hal senada juga disampaikan Irfangi yang memaparkan bahwa budaya tidak bisa dipisahkan dari agama.

"Berbudaya harus dilandasi atas dasar agama, dan beragama juga harus ada rasa. Berbudaya dan beragama harus terus ada agar rasa pada manusia tetap terjaga," tegasnya.(*)

Powered by Blogger.