Redistribusi, Ganjar Dukung Presiden Perangi Mafia Tanah

"Komitmen itu bagus bahkan presiden tadi jelas menyampaikan, polisi tindak langsung (mafia tanah)," jelasnya. 

Redistribusi, Ganjar Dukung Presiden Perangi Mafia Tanah
Gubernur Ganjar pada acara penyerahan sertifikat tanah.
INI Kebumen SEMARANG - Setelah berjuang selama 21 tahun, para petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Penggarap Tanah Rakyat (P3TR) di Kabupaten Semarang, akhirnya mendapatkan sertifikat redistribusi tanah seluas 198 hektare di lereng Gunung Ungaran. 

Sertifikat tersebut diserahkan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu, 22 September 2021.

Ketua P3TR Sutrisno (75) mengaku perjuangan dirinya beserta kawan-kawan paguyuban selama ini tidaklah mudah. 

"21 tahun (memperjuangkan tanah ini). Lawan saya tidak main-main, banyak pihak, macam-macam. Banyak ganjalan-ganjalan," katanya saat ditemui usai acara. 

Sebelumnya, Sutrisno juga sempat menyampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkait sejarah tanah tersebut, sejak kependudukan Belanda, Jepang hingga pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. 

"Tahun 1955 diterbitkan surat letter D untuk bayar pajak. Lalu sekitar tahun 1965 para petani dikumpulkan dan dilarang menginjakkan kaki di tanah itu karena di tempat itu akan dibuat latihan tanam sampai tahun 1969. Tahu-tahu tanah itu diakui oleh PT Sinar Kartasura," katanya. 

Selanjutnya, sejak tahun 2000 P3TK kembali memperjuangkan agar tanah tersebut bisa di-redistribusi. Baru pada pada kali ini perjuangan panjang itu akhirnya terwujud lewat program redistribusi tanah objek agraria. 

"Setelah mendapatkan ini, sertifikat akan disimpan dengan catatan. Nanti ada surat edaran kepada para petani, jangan sekali-kali tanah ini dijual," ungkapnya. 

Restribusi tanah bagi para petani ini disambut positif Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia bahagia karena akhirnya para petani di Kabupaten Semarang bisa mendapatkan haknya. 

"Masyarakat sangat menunggu (redistribusi), pasti mereka sangat senang sekali karena akhirnya mendapatkan kepastian dan mereka bisa menggarap untuk kesejahteraan mereka," katanya. 

Ganjar juga mendukung Presiden Joko Widodo untuk memerangi mafia tanah. Menurutnya, saat ini masih banyak kejadian seseorang kehilangan hak atas tanah mereka  karena ada kekuatan yang mengambil alih dengan segala cara. 

"Komitmen itu bagus bahkan presiden tadi jelas menyampaikan, polisi tindak langsung (mafia tanah)," jelasnya. 

Komitmen untuk memberantas mafia tanah itu, lanjut Ganjar, membuat masyarakat tenang. Karena mereka memiliki sertifikat dan legalitas jelas atas  kepemilikan tanah, mereka jadi tidak dapat digugat lagi. 

"Itulah kepastian yang sudah disampaikan presiden tadi. Mudah-mudahan mereka (mafia tanah) semua berhitung apabila akan mengganggu hak atas tanah milik orang lain," kat Ganjar.(*)

Powered by Blogger.