Kalah dari Jatim, Ganda Campuran Jateng Raih Perak di PON Papua

Apresiasi Perjuangan Para Atlet, Taj Yasin Minta Dukungan Masyarakat Jateng Makin Ditingkatkan


Kalahkan Jatim, Ganda Campuran Jateng Raih Perak di PON Papua
Ganda Campuran Jateng saat bertanding melawan Jatim
INI Kebumen JAYAPURA - Kontingen Jawa Tengah berhasil membawa medali perak pada final cabang olahraga bulutangkis ganda campuran Pekan Olahraga Nasional XX di Papua.  

Pertandingan berjalan seru karena kedua tim, baik Jawa Tengah maupun Jawa Timur yang menjadi lawan, memiliki kemampuan berimbang.

Sempat unggul di set kedua, tim ganda campuran Jateng terpaksa harus menyerah karena Indah Cahya Sari Jamil yang hari itu berpasangan dengan Bagas Maulana mengalami kelelahan akut. Kondisi Indah yang sudah sangat lemah, bahkan nyaris Indah pingsan, membuatnya tidak mampu melanjutkan pertandingan.

Taj Yasin yang menyaksikan jalannya pertandingan mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi Indah. Melihat Indah terbaring lemas di sisi lapangan, Taj Yasin Maimoen bergegas menghampiri demi memastikan atletnya mendapatkan penangan tim medis segera.

Atas pencapaian Indah dan Bagas meraih mendali perak pada pertandingan ini, Taj Yasin memberi apresiasi tinggi atas usaha keras mereka. Dirinya melihat secara langsung bagaimana kemampuan kedua tim sesungguhnya sama hebatnya.

"Kalau dilihat pertandingan kedua tadi imbang. Di set kedua, Indah kelihatan gelisah, dia memanggil tim medis untuk diperiksa. Dan kelihatan betul saat set ketiga, kayaknya (kondisinya) sudah tidak mungkin meneruskan," kata Taj Yasin, usai pertandingan yang diselenggarakan di GOR Waringin Kotaraja, Jayapura, Rabu, 13 Oktober 2021.

Pada final bulutangkis ganda campuran, pasangan Jawa Tengah Indah dan Bagas berhadapan dengan atlet ganda campuran Jawa Timur Rehan Naufal Kusharjanto dan Marsheilla Gischa Islami. Jika di set pertama Jawa Timur mampu unggul, set kedua sebaliknya.

Jawa tengah unggul dengan 19-21. Set ketiga Indah dan Bagas sepakat mengakhiri permainan dengan nilai  15-6.

Bagas Maulana, mengatakan bahwa pada saat pertandingan memasuki set kedua, Indah sudah mengaku mulai capek. Namun, dirinya tetap memacu semangat Indah untuk melanjutkan set ketiga.

"Tapi saat set ketiga, dia (Indah) sudah bilang benar-benar tidak kuat. Daripada saya paksa mending saya berhenti saja sudah. Daripada makin parah. Tadi dia udah pusing, kunang-kunang, sudah mau pingsan," jelas Bagas.

Dengan kasus kelelahan yang dialami Indah, Taj Yasin merasa nantinya hal ini bisa menjadi bahan evaluasi.

"Nggak apa apalah. Artinya (dari pertandingan tadi) bukan faktor kekalahan secara skill. Sepertinya  imbang, tinggal kita dorong evaluasi lagi," tandasnya.

Taj Yasin juga mengamati dukungan semangat dari bagi para atlet yang bertanding sangat berarti besar dalam mendorong semamgat bertanding mereka. Karena itu Tay Yasin meminta masyarakat Jawa Tengah untuk menunjukkan dukungan mereka, apapun caranya.(*)

Powered by Blogger.