Lapak Ganjar Bangkitkan Usaha Kaos Perjuangan Usai Drop Akibat Pandemi


Lapak Ganjar Bangkitkan Usaha Kaos Perjuangan Usai Drop Akibat Pandemi
Lapak Ganjar Bangkitkan Usaha Kaos Perjuangan Usai Drop Akibat Pandemi

INI KEBUMEN - Kaos bukan hanya bicara fesyen, tapi juga bisa menjadi media untuk edukasi. 

Seperti halnya Djoeang Cloth, yang berkampanye lewat sablon yang mengusung tema desain sejarah perjuangan Indonesia.

Ya, Djoeang Cloth memang spesialis produksi kaos keren dan beken dengan memampang tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan, namun tak lepas dari konsep fashionable. 

Usaha yang diinisiasi oleh Gesang Rahmawan, jebolan pendidikan sejarah Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu pernah pasang-surut. Bagaimana ceritanya?

Gesang berkisah, Djoeang Cloth berdiri sejak 2013 yang awalnya hanya ingin memperkenalkan sejarah tanpa melalui dunia pendidikan. Akhirnya muncui ide jualan kaos bertema perjuangan.

“Saya kan jurusan sejarah, tapi saya tidak suka mengajar, sehingga saya ingin mengenalkan sejarah tanpa harus mengajar, ya kepikiran kaos,” ujar Gesang.

Uniknya, keinginan itu hanya bermodalkan nekat. Ia mengajak lima orang temannya yang punya semangat yang sama untuk iuran Rp50 ribu, saat kali pertama menjalankan usaha itu.

“Saya tidak sendiri. Waktu itu ada enam orang dan iuran Rp50 ribu buat produksi kaos. Awalnya hanya ada enam kaos yang kita jual, sampai akhirnya kita ikut pameran dan mulai dikenal. Alhamdulillah pada tahun 2015 kita punya toko, di Jalan Banaran Raya, dekat Unnes,” jelasnya.

Di saat itu, kata Gesang, permintaan sangat tinggi dan menjadikan usahanya itu melebarkan sayap menyediakan fesyen yang lain sesuai pasar. Produknya bisa dilihat pada alamat Instagram @Djoeang_Cloth. Namun sayang, saat pandemi Covid-19, Djoeang Cloth harus terjatuh.

“Saat pandemi benar-benar jatuh, bahkan saya empat bulan pulang kampung ke Tuban (Jawa Timur) tidak bisa ngapa-ngapain,” ungkap Gesang.

Hingga akhirnya, ia mendapat informasi dari teman jika ada Lapak Ganjar, ajang promosi lewat Instastory Ganjar Pranowo.

“Saya ikut Lapak Ganjar, kebetulan tema pas bulan Bung Karno. Dari situ mulai bangkit, sedikit demi sedikit,” kisah Gesang.

Diakui, Lapak Ganjar memberikan pengaruh positif terhadap usahanya. Kondisi drop akibat pandemi akhirnya bisa kembali hidup.

“Pengaruhnya di omzet meningkat. Dan dari situ kami mulai bangkitkan lagi tema-tema awal yakni perjuangan,” kata Gesang.

Baginya, Lapak Ganjar merupakan terobosan untuk membantu UMKM yang ingin berkembang.

“Sepertinya hanya Lapak Ganjar, daerah lain tidak ada. Yang pasti Lapak Ganjar berpengaruh bagi UMKM,” tandasnya.(*)

Powered by Blogger.