Jalan Kaki 3.000 Langkah Tiap Hari Ternyata Banyak Manfaatnya, Salah Satunya Cegah Hipertensi pada Lansia - ini kebumen | Media Rujukan Kebumen

Jalan Kaki 3.000 Langkah Tiap Hari Ternyata Banyak Manfaatnya, Salah Satunya Cegah Hipertensi pada Lansia

Jalan Kaki 3.000 Langkah Tiap Hari Ternyata Banyak Manfaatnya, Salah Satunya Cegah Hipertensi pada Lansia
 Ini manfaat jalan kaki 3.000 langkah tiap hari (Daniel Reche/Pexels)

INIKEBUMEN.net - Sebuah studi baru mengemukakan berjalan kaki 3.000 langkah per hari secara signifikan dapat mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi pada orang lanjut usia (lansia).

Studi ini diterbitkan dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease. Penelitian ini relevan karena hipertensi merupakan silent killer. Tekanan darah tinggi membunuh jutaan orang dalam setahun.

Studi ini menyoroti salah satu olahraga termudah yang terbukti memiliki dampak luar biasa pada kesehatan individu secara keseluruhan.

Beberapa penelitian telah meneliti dampak berjalan kaki setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lansia penderita hipertensi dapat memperoleh manfaat ini dengan meningkatkan aktivitas jalan kaki setiap hari.

Penelitian ini berfokus pada sekelompok orang lanjut usia yang tidak banyak bergerak antara usia 68 dan 78 tahun yang berjalan rata-rata sekitar 4.000 langkah per hari sebelum penelitian.

Setelah berkonsultasi dengan penelitian yang ada, 3.000 langkah merupakan tujuan yang masuk akal. Hal ini juga akan membuat sebagian besar peserta melakukan 7.000 langkah setiap hari, sejalan dengan rekomendasi American College of Sports Medicine.

Tim melakukan penelitian pada masa puncak pandemi Covid-19, yang berarti mereka harus melakukan segala sesuatunya dari jarak jauh.

Para peneliti mengirimkan kepada para partisipan sebuah peralatan yang berisi pedometer, monitor tekanan darah, dan buku harian langkah agar para partisipan dapat mencatat seberapa banyak mereka berjalan setiap hari.

Dilansir dari laman Times of India, rata-rata, tekanan darah sistolik dan diastolik peserta menurun masing-masing rata-rata tujuh dan empat poin setelah intervensi.

"Sangat menarik bahwa intervensi gaya hidup sederhana bisa sama efektifnya dengan olahraga terstruktur dan beberapa pengobatan," ungkap Elizabeth C. Lefferts, penulis utama studi tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa 3.000 langkah yang dicapai para peserta dalam penelitian ini setara dengan pengurangan yang terlihat pada obat anti-hipertensi. Delapan dari 21 peserta sudah menjalani pengobatan antihipertensi.

Para peserta masih melihat peningkatan tekanan darah sistolik karena peningkatan aktivitas harian mereka.

Dalam penelitian sebelumnya ditemukan bahwa ketika olahraga dikombinasikan dengan pengobatan akan meningkatkan efek dari pengobatan tekanan darah saja. Ini menunjukkan pentingnya olahraga sebagai terapi anti-hipertensi.

***

Sumber: PMJ

Powered by Blogger.
}); })(jQuery); //]]>