Tahun ini, Pemkab Kebumen Bakal Pugar 6.144 RTLH

www.inikebumen.net KEBUMEN - Pemkab Kebumen pada tahun 2018 ini menargetkan akan memugar 6.144 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sehingga hingga akhir 2018 ini di Kabupaten Kebumen akan ada sedikitnya 19.733 RTLH selesai dipugar.

Tahun ini, Pemkab Kebumen Bakal Pugar 6.144 RTLH
Ilustrasi
Sedangkan sisanya, 7.175 RTLH akan dituntaskan pada tahun 2019. Hal itu dikatakan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, saat menjadi inspektur upacara tanggal 17-an, di lapangan Setda Kebumen, Rabu 17 Januari 2018.

"Program Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi perhatian serius kita. Diharapkan juga peran serta seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha," kata Yahya Fuad, dalam upacara tanggal 17 yang digelar pertama kali di tahun 2018.

Yahya Fuad, menyampaikan bantuan yang diberikan pemerintah bentuknya bantuan stimulan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan sikap keswadayaan dan gotong-royong masyarakat.

Untuk itu, bupati meminta kepada OPD dan semua pihak terkait agar melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik. "Berkoordinasi dan bersinergi, sehingga pelaksanaan tugas di lapangan akan dapat mencapai maksud dan tujuan yang diharapkan. Masyarakat akan semakin terlayani, semakin sejahtera dan semakin bahagia," ujarnya.

Pada kesempatan itu, bupati meminta pembangunan yang berkelanjutan serta pembangunan Rumah Tidak Layak Huni dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Sehingga dapat menekan sekecil mungkin terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan yang dapat menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat. Selain juga menghindarkan terjadinya bencana. Seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi pada tahun-tahun lalu.

"Karenanya, kita harus menjaga ketahanan lingkungan hidup. Ketahanan lingkungan hidup adalah kunci untuk menjaga jasa ekosistem dan menghindari dari bencana lingkungan khususnya dampak perubahan iklim," tegasnya.

Selain kepedulian terhadap lingkungan, Aparatur Sipil Negara dan masyarakat juga perlu meningkatkan upaya-upaya sederhana menuju budaya ramah lingkungan (green lifestyle). Seperti menghemat penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon, dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Juga  menerapkan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam mengelola sampah serta mengembangkan Bank sampah.

"Bukan hanya untuk meraih Adipura, akan tetapi perlu menjadi budaya dalam perilaku kita sehari-hari. Setiap ASN harus menjadi teladan. Mulai dari diri kita sendiri. Lalu mendorong kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan," pinta bupati.(*)

Powered by Blogger.