Header Ads

Rel Terendam Banjir, Perjalanan KA Cirebon-Purwokerto Terganggu

www.inikebumen.net BREBES - Sejumlah perjalanan kereta api (KA) yang melalui jalur selatan Jawa mengalami keterlambatan, Jumat 23 Februari 2018. Hal ini lantaran meluapnya Sungai Cisanggarung yang berada antara Stasiun Ketanggungan (Brebes) – Ciledug (Cirebon).

Rel Terendam Banjir, Perjalanan KA Cirebon-Purwokerto Terganggu
Jalur rel KA antara Stasiun Ketanggungan (Brebes) – Ciledug (Cirebon) rusak karena terendam banjir.
 Bahkan mulai pukul 14.00 WIB siang ini,  jalur KA di ruas jalur tersebut benar-benar tidak bisa dilalui karena genangan air cukup tinggi dan menyebabkan jalur rel.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan peristiwa tersebut hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak Kamis (22/02/2018) malam hingga Jumat (23/02/2018) pagi. Akibat, genangan yang cukup tinggi menyebabkan perjalanan KA dari stasiun Ciledug menuju stasiun wilayah selatan Jawa Tengah terganggu.

Berdasarkan keterangan petugas PT KAI Daop 3 Cirebon, Ixfan,  meluapnya Sungai Cisanggarung yang berlokasi di antara stasiun Ciledug dan Ketanggungan ini, meluas sejak pukul 01.52 Wib. "Namun saat itu, KA masih bisa melintas dengan kecepatan dibatasi hanya 10 km per jam,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Jumat siang.

Sejumlah KA baik dari arah Jakarta ke Purwokerto maupun sebaliknya, mengalami keterlambatan. "Beberapa KA terpaksa mengalami pemberhentian luar biasa di beberapa stasiun sekitar lokasi banjir,” terang dia.

Beberapa KA yang terpaksa mengalami pemberhentian luas biasa, antara lain KA Jaka Tingkir jurusan Solo-Pasar Senen, Taksaka jurusan Gambir-Yogya, Gajayana jurusan Malang-Gambir, Argo Dwipangga jurusan Solo-Gambir, Taksaka II jurusan Yogya-Gambir, Argolawu Fakultatif jurusan Gambir-Solo.

Selain itu, juga KA Purwojaya jurusan Gambir-Purwokerto, KA Progo jurusan Gambir-Yogyakarta, dan Bima jurusan Gambir-Surabaya, mengalami keterlambatan perjalanan lebih dari 2 jam. Dijelaskan, kereta tersebut antara lain berhenti di stasiun Ketanggungan, Larangan, Songgom. Ciledug, dan Sindanglaut, dan harus memutar melalui jalur Cirebon-Tegal, setelah itu baru membelok melalui stasiun Prupuk.

Namun selepas pukul 14.00 Wib, jalur KA di ruas jalur tersebut benar-benar sudah tidak bisa dilalui karena genangan air cukup tinggi dan menyebabkan jalur real di sepanjang ruas jalur tersebut mengalami gogos. "Mengingat kondisi tersebut, maka Pengendali Perjalanan KA di Bandung memutuskan untuk mengubah pola perjalanan KA yang melintas di rute Cirebon-Purwokerto," kata dia.

KA dari Cirebon-Purwokerto yang sebelumnya melalui stasiun Diledug, dialihkan melalui stasiun Tegal, baru berbelok ke selatan melalui stasiun Prupuk. Ixfan mengakui, perubahan rute perjalanan KA ini berdampak pada waktu tempuh perjalanan KA. Jika dalam kondisi normal, dari Cirebon-Prupuk hanya ditempuh selama satu jam, maka dengan dengan melalui Tegal membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.

Dia juga menyatakan belum bisa memastikan sampai kapan perjalanan KA ini akan terganggu, mengingat gangguan disebabkan oleh kondisi alam berupa banjir. “Kalau luapan air Sungai Cisanggarung sudah surut, kita masih harus mengecek kondisi jalur KA dan memperbaiki kondisi jalur yang gogos,” imbuhnya.

Untuk itu, Ixfan mewakili PT KAI menyampaikan permohonan maaf pada pengguna jasa KA yang perjalanannya terganggu. "Kami juga  prihatin, karena kondisi alam yang kurang bersahabat ini menimbulkan gangguan yang terjadi di bebarapa daerah, dan  berdampak pada perjalanan KA khususnya yang melewati Daop 5 Purwokerto,” tuturnya.

Secara otomatis, lanjut Ixfan, pelayanan KA terkait ketepatan dan kenyamanan tidak maksimal sesuai harapan pelanggan. Namun pihaknya, akan selalu berupaya melakukan layanan yang terbaik sesuai aturan yang ada. Seperti pemberian service recovery jika kelambatan lebih dari 3 jam, kemudian pengembalian bea 100 persen bila pelanggan tidak berkenan berangkat, atau membatalkan tiketnya akibat dari gangguan tersbut.(*)
Powered by Blogger.