Jelang Puasa, Makam Lemah Lanang Ramai Peziarah

www.inikebumen.net KEBUMEN – Menjelang bulan suci Ramadan, makam pendiri Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, yang berada di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen, ramai dikunjungi para peziarah. Para peziarah mulai ramai mengunjungi malam ini sejak awal bulan ini.
Jelang Puasa, Makam Lemah Lanang Ramai Peziarah
Para peziarah memadati komplek Makam Lemah Lanang di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen
Makam Sayid Muhammad Ngisom Al Hasani atau Sayid Abdul Kahfi Awal yang terletak di perbatasan Desa Sumberadi dan Candimulyo, ini terlihat ratusan peziarah memadati area makam untuk berdoa.

Meski sudah ratusan tahun wafat, namun almarhum penyebar Islam di tanah Jawa ini masih lekat di benak masyarakat. Makam tersebut seolah menjadi magnet tersendiri bagi sejumlah warga. Ziarah yang dilakukan warga pada peringatan berdirinya Ponpes Al-Kahfi menjadi terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan kedatangan bulan suci Ramadan. Mereka datang berduyun-duyun mengunjungi area komplek makam, mereka biasanya menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, juga rombongan menggunakan bus besar.

"Setiap menjelang Ramadan, saya bersama keluarga selalu menyempatkan waktu untuk berziarah kesini," ungkap salah peziarah asal Wonosobo, Sakijan.

Ia mengaku kegiatan nyekar sudah menjadi tradisi, jika setiap menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Dia bersama keluarga selalu melakukan ziarah makam tersebut.

Terdapat tiga makam di Makam Lemah Lanang. Selain Sayid Abdul Kahfi Awal, juga ada makam Syeh Abdul Kahfi Sani dan Syeh Khanifudin, ayah dari KH Afifudin, pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, saat ini.

Sayid Abdul Kahfi Awal konon merupakan orang pertama yang dimakamkan di perbukitan Lemah Lanang di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen. Menurut riwayat, Syekh Abdul Kahfi meninggal dunia pada malam Jumat 15 Sya’ban 1018 Hijriah atau 12 November 1609 Masehi dalam usia 185 tahun. Usia yang sangat panjang untuk ukuran orang kebanyakan pada saat ini, bahkan bagi orang jaman dulu sekalipun.

Dalam makalah yang dibuat KH Afifuddin bin Chanif Al Hasani, disebutkan bahwa Syekh Abdul Kahfi meninggal pada masa Panembahan Hanyakrawati, ayah Sultan Agung. Karena hubungan dengan Mataram baik, pada makam Syekh Abdul Kahfi sempat ada nisan berukir kereta kencana yang ditarik dua atau empat ekor kuda. Nisan itu kini tak lagi ada di sana.

Syekh Abdul Kahfi dianggap sebagai peletak dasar berkembangnya agama Islam di wilayah Kebumen. Kedatangannya dari Hadramaut, Yaman, mendarat pertama kali di Pantai Karangbolong, pada 1448 Masehi. Beberapa hari setelah itu berhasil mengislamkan tiga desa berdekatan. Yaitu Desa Candi, Desa Candiwulan, dan Desa Candimulyo.

Pondok Pesantren Al Kahfi selain berpengaruh pada perkembangan kemajuan Islam di Kebumen, pengaruhnya juga menyebar sampai ke daerah lain di Jawa dan luar Jawa, seperti Cirebon, Sampang, Kediri, Blitar, Kudus, Demak, Banyumas, Purworejo, Solo, Yogya, Magelang, Semarang, Cilacap, Gowa, Maluku, dan bahkan sampai ke Pattani dan Somalia.(*)

Powered by Blogger.