Nekat Mandi di Laut, Pelajar Asal Sempor ini Nyaris Tewas Digulung Ombak Pantai Bopong

www.inikebumen.net PURING - Tak mengindahkan himbauan dari petugas, seorang wisatawan nyaris tewas digulung ganasnya ombak Pantai Selatan Kebumen, Sabtu siang 16 Juni 2018.
Nekat Mandi di Laut, Pelajar Asal Sempor ini Nyaris Tewas Digulung Ombak Pantai Bopong
Korban usai berhasil diselamatkan Tim SAR di Pantai Bopong, Kecamatan Puring.
Beruntung wisatawan berinisial IB (14) warga Desa Kedungbulus, Kecamatan Sempor, berhasil diselamatkan Tim SAR di Pantai Bopong, Kecamatan Puring.

Informasi yang berhasil dihimpun, sekitar pukul 14.30 WIB korban tengah mandi di pantai tersebut, tiba-tiba datang ombak besar dan langsung menggulungnya. Korban sempat terseret hingga ke tengah laut, namun beruntung masih berhasil diselamatkan.

Sontak saja kejadian itu menjadi tontonan wisatawan lainnya. Selanjutnya, para wisatawan yang tengah mandi, segera mengakhiri permainan airnya.

Korban yang saat itu terseret belasan meter itu berhasil meraih ban mobil yang diikat tali (alat penyelamatan) yang dilemparkan tim SAR. Saat itu suasana Pantai Bopong terbilang ramai. Kurang lebih 2500 pengunjung memadati  Obwis tersebut, yang kebetulan ada acara Orkes Dangdut.

Salah satu Personel Sat Polairud Polres Kebumen, Brigadir Wahyono, yang berada di lokasi, sebenarnya sudah menghimbau kepada pengunjung pantai untuk tidak mandi di laut. Brigadir Wahyono dan rekan kerjanya Brigadir Uun Raharjo sudah melakukan patroli jalan kaki menghimbau pengunjung agar tidak mandi di pantai.

Namun korban tidak mengindahkan himbuan personel tersebut. Larangan mandi di pantai sebenarnya bukan hanya di Pantai Bopong saja. Di seluruh Obwis pantai di Kebumen menerapkan larangan mandi di pantai.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kabag Ops Polres Kebumen AKP Cipto Rahayu, mengatakan kejadian ini bisa dipetik hikmahnya bagi warga lain yang hendak berwisata ke pantai.

"Apa yang dialami seorang pelajar warga Desa Kedungbulus Sempor Kebumen masih beruntung, karena masih bisa diselamatkan," ujar Cipto Rahayu.

Tercatat dalam tahun 2018, total sudah ada 10 korban terseret ombak. Dari data itu, 3 dinyatakan hilang dan 7 lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka yang terseret ombak, kebanyakan karena nekad mandi di Pantai.(*)
Powered by Blogger.