Guru SLB Gombong Tulis Karya Ilmiah dengan Huruf Braille

www.inikebumen.net KEBUMEN - Ada yang menarik dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) bagi guru madrasah se Kabupaten Kebumen gelombang II di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kebumen, Kamis 30 Agustus 2018.
Budiono (pakai peci), guru SLB Gombong yang sudah membuat karya ilmiah dan diktat yang termasuk publikasi ilmiah dengan huruf braille.
Budiono (pakai peci), guru SLB Gombong yang sudah membuat karya ilmiah dan diktat yang termasuk publikasi ilmiah dengan huruf braille.
Kegiatan yang juga diikuti guru-guru SD dan SMP tersebut, di antara pesertanya ternyata ada yang tuna netra, seorang guru SLB Gombong.

Yang mebuat peserta lainnya terkesan, Budiono, SSos sudah membuat karya ilmiah dan diktat yang termasuk publikasi ilmiah dengan huruf braille. Saat ini Budiono sudah golongan III/d, untuk naik golongan IV/a salah satu persyaratannya adalah membuat karya atau publikasi ilmiah.

"Harapannya memang narasumber bimtek, Drs Miftah Subiyakta dan Drs Sri Muladi MPd, bisa membantu memberikan masukan untuk penyempurnaan DUPAK yang sudah disusun semua peserta," ujar humas panitia pelaksana bimtek, Widyastuti.

Apa yang sudah dilakukan Budiono tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi peserta lainnya.

"Bapak Budiono, Guru SLB yang sudah membuat publikasi ilmiah dengan huruf braile dan selalu aktif bertanya jawab dengan tim penilai, memberikan motivasi bagi saya," ujar Alfan, salah seorang peserta.

Kegiatan bimtek juga sempat ditinjau Agus Widagdo, analis kepegawaian dari Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, yang sedang mengadakan kunjungan kerja ke Kantor Kemenag Kebumen.

Agus Widagdo yang hadir ke MIN 1 Kebumen didampingi Kasubag TU Kemenag Kebumen, Dra Hj Suwaibah MAg, sangat mengapresiasi kegiatan bimtek. Menurutnya baru Kebumen yang mempunyai inisiatif mengadakan kegiatan bimtek penyusunan DUPAK.

"Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, dari Kebumen banyak guru-guru yang mengajukan kenaikan pangkat," harap Agus.

Agar bimtek bisa memberikan hasil kongkret, menurut Widya sudah dibuat group whatsapp beranggotakan semua peserta. Bahkan group itu sudah dibuat sebelum pelaksanaan bimtek.

"Mudah-mudahan di Kebumen tidak ada lagi guru yang mengalami kesulitan untuk mengurus kenaikan pangkat," pungkasnya.(*)
Powered by Blogger.