Serahkan Bantuan Alsintan di Kebumen, Bamsoet Sebut untuk Genjot Produktivitas Pertanian

www.inikebumen.net AMBAL - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Kebumen. Penyerahan itu dilakukan di Balai Desa Entak, Kecamatan Ambal, Jumat siang, 22 Februari 2019.

Serahkan Bantuan Alsintan di Kebumen, Bamsoet Sebut untuk Genjot Produktivitas Pertanian
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, didampingi Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, serta sejumlah pejabat lainnya meninjau alsintan di Balai Desa Entak, Kecamatan Ambal, Jumat siang.
Alsintan yang diserahkan merupakan alat pra panen dan pasca panen. Yakni berupa 1 traktor roda empat, 25 traktor roda dua, 14 pompa air empat inch, 8 pompa air delapan inch, 50 hand sprayer, dan 5 power thesher

Hadir pada acara tersebut, diantaranya Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil, Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edy.

Kemudian, Kapolres Kabupaten Kebumen AKBP Robert Pardede, Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang, serta sejumlah pejabatan di jajaran Pemkab Kebumen.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menegaskan, pendistribusian Alsintan merupakan salah satu strategi pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama DPR RI untuk menyempurnakan manajemen teknis guna mendongkrak produksi pertanian.

"Dalam APBN 2019, DPR RI bersama pemerintah menyiapkan hampir Rp 4,9 triliun untuk Ditjen Prasaranana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab mengurusi Alsintan dan irigasi tersier," ujarnya.

Tak hanya itu, kata Bamsoet, DPR RI dan pemerintah juga menetapkan pagu subsidi pupuk tahun anggaran 2019 sebanyak 9,55 juta ton atau setara dengan Rp 29,5 triliun, baik untuk pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK maupun organik.

Menurutnya, besarnya anggaran yang digelontorkan sejalan dengan misi besar Indonesia untuk menggenjot produktifitas padi. Dari sekitar 56,54 juta ton pada 2018 mencapai 84 juta ton di 2019, jagung 33 juta ton, Kemudian, kedelai 2,80 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton, dan bawang putih 0,079 juta ton.

Tak hanya di Kabupaten Kebumen, lanjut dia, pendistribusian Alsintan juga dilakukan ke berbagai daerah lainnya, khususnya daerah dengan potensi pertanian yang besar.

"Sudah ratusan ribu traktor yang disebar ke seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Pulau Rote. Berbagai fasilitas yang telah diberikan kepada para Gapoktan, hendaknya bisa dirawat dengan baik," imbuhnya.

Ia menegaskan DPR RI selalu memastikan agar petani terfasilitasi dengan baik. Mulai dari benih, bibit, pupuk, irigasi, sampai ke pemasaran hasil pertanian.

"Karena saya percaya, menyejahterakan bangsa Indonesia salah satu caranya harus dimulai dengan menyejahterakan petaninya,” tegas Bamsoet.

Legislator dapil Jawa Tengah VII ini memaparkan, berdasarkan data Kementerian Pertanian, potensi lahan pengembangan pertanian padi, jagung, kedelai, dan ubi kayu (PJKU) di Kebumen mencapai 45.331 hektar, yang terdiri atas lahan basah (sawah) eksisting seluas 41.278 hektar dan potensi pengembangan tanaman pangan lahan kering seluas 4.053 hektar.

Sebanyak 19 Kecamatan di Kebumen mempunyai potensi besar dalam pengembangan pertanian padi seluas 26.937 hektar. Seperti Kecamatan Ambal, Adimulyo, Alian, Bonorowo, Buayan, Buluspasantren, Gombong, Karanganyar, Kebumen, Klirong, Kutowinagun, Kuwarasan, Mirit, Pejagoan, Petanahan, Prembun, Puring, Rowokele, Sruweng, dan Sempor.

Bahkan di tahun 2018, Kabupaten Kebumen mampu menaikan Luas Tambah Tanam Padi dari 78.145 hektar di periode Oktober 2016-September 2017, menjadi 81.056 hektar di periode Oktober 2017-September 2018. Surplus sekitar 2.911 hektar ini menjadi bukti bahwa petani di Kabupaten Kebumen sangat tangguh.

Politisi Partai Golkar ini yakin, dengan visi pembangunan Tahun 2005-2025, Kabupaten Kebumen mampu menjadi daerah yang mandiri dan sejahtera berbasis agribisnis. Dengan demikian, Kabupaten Kebumen tidak hanya menghasilkan produk-produk pertanian saja, tetapi industri hilirnya juga akan berkembang, baik berupa industri berskala kecil menengah maupun besar.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menyampaikan terimakasih atas bantuan alsintan tersebut. Pihaknya berharap bantuan alat mesin pertanian ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Kebumen.

"Penggunaan alsintan kini menjadi keharusan, sebagai solusi untuk mengatasi tenaga kerja yang semakin langka di Kabupaten Kebumen. Menghemat tenaga kerja berarti menekan biaya produksi. Sehingga penghasilan yang diterima oleh petani juga semakin meningkat," tuturnya.(*)

Powered by Blogger.