Geliat Geopark Karangsambung Karangbolong, Wadasmalang Expo & Launching Sindaro Waterfall

www.inikebumen.net KARANGSAMBUNG - Seiring ditetapkannya Geopark Karangsambung Karangbolong sebagai geopark nasional, sejumlah desa yang termasuk dalam kawasan geopark terus berbenah.

Geliat Geopark Karangsambung Karangbolong, Wadasmalang Expo & Launching Sindaro Waterfall
Tradisi Rajaban di Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, yang masih terjaga hingga saat ini.
Salah satunya adalah Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung. Desa yang berjarak sekitar 17 km arah timur laut Kebumen ini, mempunyai nilai historis, kultural dan potensi wisata keindahan alam.

Secara historis, Desa Wadasmalang pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen selama 10 bulan pada masa agresi Belanda II (1948-1949). Sisi historis ini belum dioptimalkan untuk bisa menjadi obyek wisata yang bisa mengundang kehadiran wisatawan, atau minimal peminat sejarah lokal.

Desa Wadasmalang juga memiliki tradisi unik setiap tahunnya dalam memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW (Rajaban). Keunikan itu berupa tradisi pembuatan ambeng yang terdiri dari nasi beserta lauk pauknya lengkap dengan buah, dalam satu paket besar. Tradisi peringatan Rajaban di kawasan pegunungan itu, setiap warga membawa keranjang bingkisan dengan nilai bisa mencapai jutaan rupiah.

Sedangkan salah satu obyek wisata (obwis) keindahan alam yang mulai dibenahi dan hendak dipopulerkan adalah air terjun atau Curug Sindaro. Obwis yang berlokasi di Dukuh Kalikecot, RT 01 RW 07, Desa Wadamalang, memiliki ketinggian 25 meter dengan area 100 meter dan berada di bagian hilir Sungai Kedungbener.

Rencananya besok Minggu, 3 Maret 2019 akan dilakukan launching Curug Sindaro melalui acara bertajuk  Wadasmalang Expo & Launching Sindaro Waterfall.

Menurut sekretaris panitia, Perdani Ratna AP, ada beberapa agenda acara yang disiapkan untuk kegiatan tersebut.

"Ada pertunjukan seni tradisional kuda lumping atau gendingan. Lalu color fun, yaitu jalan sehat tapi nanti ada holy powder untuk taburan," jelasnya.

Sementara untuk expo sudah ada sekitar 10 stand yang mau mengikuti. Beragam kuliner tradisional, akan dijajakan. Selama ini di kawasan curug Sindaro sudah sering disajikan makanan khas dan tradisional seperti nasi oyek, mendoan, pecel, kripik cantor hingga sambal cui dengan harga relatif murah. Selain itu pengunjung juga akan dihibur dengan penampilan OM Samudra Nada.

Panitia mengharapkan Bupati Kebumen bisa membuka acara tersebut, namun sampai berita ini diturunkan belum ada kepastian agenda Bupati Kebumen untuk Minggu besok.(*)
Powered by Blogger.