Tahun ini, 108.871 Keluarga di Kebumen Menerima Bantuan Pangan Non Tunai

www.inikebumen.net KEBUMEN - Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, mengungkapkan tahun ini jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Kebumen mencapai 108.871 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah ini menurun 9.364 KPM dibanding 2018 sebanyak 118.235 KPM.

Tahun ini, 108.871 Keluarga di Kebumen Menerima Bantuan Pangan Non Tunai
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, acara Sosialisasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dan Pendataan BDT di Kabupaten Kebumen tahun 2019 di Gedung Pertemuan Setda, Jumat pagi, 8 Maret 2019.
"BPNT bertujuan memberikan gizi yang seimbang, lebih banyak pilihan dan kendali kepada rakyat miskin. Bantuan yang diterima senilai Rp 110.000 untuk dibelanjakan beras dan telur," kata Yazid Mahfudz, pada acara Sosialisasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dan Pendataan BDT di Kabupaten Kebumen tahun 2019 di Gedung Pertemuan Setda, Jumat pagi, 8 Maret 2019.

Menurutnya, kartu yang disalurkan sebanyak 105.174 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Khususnya peserta BPNT yang berasal dari PKH sebanyak 69.940 KPM dan ini belum bisa 100 persen tersalurkan karena ada 9.361 gagal burekol.

"Dinas Sosial telah memperbaiki data tersebut dan sudah diserahkan Kementrian Sosial tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut Kementerian Sosial," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2018 realisasi pemanfaatan BPNT sebesar Rp 75.727.992.017. Sedangkan dana tidak dimanfaatkan sebanyak Rp 1.052.166.467. Dana yang tidak dimanfaatkan karena beberapa persoalan, yakni Kartu belum terdistribusi, Permasalahan Kartu Hilang, Permasalahan Kartu Rusak, Pin eror, Kartu Ganda dan Hasil Musdes.

"BPNT diluncurkan sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan, bantuan yang diawali bantuan bersubsidi Rastra atau program Raskin agar lebih tepat sasaran  kelompok sasaran , tepat jumlah, tepat waktu," paparnya.

Melalui program ini, lanjut dia, diharapkan dapat memberikan keleluasaan penerima manfaat dalam memilih jenis, kualitas, harga dan tempat membeli.

"Program ini juga diharapkan dapat sekaligus meningkatkan ekonomi rakyat dengan memberdayakan Kios/Warung. Sehingga dapat melayani transaksi secara elektronik melalui sistem –sistem perbankan," imbuhnya.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Sosial dan PPKB Dwi Budi Satrio, Asisten 1 Sekda Hery Setyanto, serta Camat, kepala desa dan TKSK.(*)

Powered by Blogger.