Madrasah di Kebumen juga Lahirkan Jago Pidato Bahasa Jawa

Madrasah di Kebumen juga Lahirkan Jago Pidato Bahasa Jawa
Siska Rahmawati bersama kedua orangtuanya, dengan piala yang diraihnya pada Aksioma tahun 2018 (juara 3) dan 2019 (juara 1).
www.inikebumen.net BULUSPESANTREN - Meski namanya Buluspesantren, kecamatan yang terdiri dari 21 desa itu hanya mempunyai 6 madrasah ibtidaiyah (MI) swasta, tanpa ada MI negeri. Salah satunya adalah MI Sultan Agung yang berlokasi di Dukuh Sidomoro, RT 02 RW 03 Desa Sidomoro.

Madrasah ini merupakan salah satu dari 9 MI yang dikelola Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sultan Agung Kebumen yang berdiri tahun 1971, sedangkan MI Sultan Agung Sidomoro, berdiri tahun 1978.

Bagi masyarakat awam, kesan tentang pendidikan madrasah tentu lebih kuat dengan pendidikan agama dan Bahasa Arab. Kesan ini tak sepenuhnya benar dengan adanya even Ajang Kreativitas Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma).

Untuk tingkat Kabupaten Kebumen, pada Aksioma jenjang MI ada cabang lomba pidato yang terbagi dalam 4 bahasa, yakni pidato Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Dari sinilah munculnya jago pidato Bahasa Jawa yang dilahirkan madrasah.

Salah satu jago pidato Bahasa Jawa yang dilahirkan madrasah adalah Siska Rahmawati, siswi kelas 5 MI Sultan Agung Sidomoro. Dua kali menjadi juara I tingkat Kecamatan Buluspesantren, tahun 2018 dan 2019, sampai akhirnya pada tahun 2019 bisa menjadi juara tingkat Kabupaten Kebumen.

"Pada Aksioma jenjang MI tingkat Kabupaten Kebumen tahun 2018, Siska hanya berhasil menjadi juara III," jelas Zaenal Mu'taid, orang tua Siska.

Saat hendak menghadapi Aksioma tahun 2019, Siska berlatih keras. Tak hanya di madrasah, di rumah Siska juga berlatih dibimbing sendiri oleh Zaenal yang juga Kepala SMK Puspajati Sangubanyu, Buluspesantren.

"Menjelang lomba bisa sampai enam kali sehari latihannya," cerita Siska yang pada saat meraih juara I Aksioma tingkat Kabupaten Kebumen, memilih topik tentang budi pekerti.

Madrasah di Kebumen juga Lahirkan Jago Pidato Bahasa Jawa
MI Sultan Agung Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren.
Di tingkat Kecamatan Buluspesantren, Siska harus bersaing terlebih dahulu dengan siswi dari 6 MI lainnya. Sementara untuk tingkat kabupaten, Siska berkompetisi dengan para siswi yang mewakili 14 Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan se Kabupaten Kebumen.
"Alhamdulillah untuk tahun 2019, Siska berhasil menjadi juara AKSIOMA tingkat Kabupaten Kebumen," ujar Zaenal Mu'taid, mengenang keberhasilan putri bungsunya saat AKSIOMA tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di MIN 1 Kebumen, 12-14 Maret 2019 lalu.

Bagi Zaenal, cara berpidato Siska sudah seperti da'i cilik. Lebih bernilai plus karena menggunakan bahasa Jawa.

"Sekarang ini, semakin sedikit anak-anak yang bisa berpidato dengan bahasa Jawa," ungkapnya.

Zaenal berharap dengan adanya cabang lomba pidato Bahasa Jawa dalam kegiatan AKSIOMA, madrasah-madrasah di Kabupaten Kebumen bisa ikut melestarikan budaya Jawa.(*)
Powered by Blogger.