Header Ads

Meski Kasus DBD Naik 1.000 Persen, Pemkab Kebumen Belum Tetapkan Status KLB

Meski Kasus DBD Naik 1.000 Persen, Pemkab Kebumen Belum Tetapkan Status KLB
Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah bertambahnya kasus DBD.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Meski angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kebumen sangat mengkhawatirkan, namun Pemkab Kebumen belum menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Padahal kasusnya naik hingga 1.000 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.

“Bukan kejadian luar biasa, karena tidak memenuhi syarat ditetapkan sebagai KLB,“ tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Y Rini Kristiani, saat menjadi narasumber pada kegiatan jumpa pers di Gedung Press Center Kebumen, Selasa, 30 April 2019.

Selama empat bulan terakhir tahun 2019 ini jumlah kasus DBD di Kabupaten Kebumen mencapai 296 kasus. Bahkan tiga penderita meninggal dunia. Jumlah ini meningkat hingga  lebih dari 1.000 persen dibanding selama tahun 2018, yang hanya 28 kasus. Padahal, kasus DBD terakhir terjadi tahun 2016 dengan jumlah kasus mencapai 482, dua tahun setelah itu turun drastis.

"Penyebab tingginya kasus tersebut karena perilaku masyarakat yang kurang melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) aedes aegepty pembawa virus dengue," terang Rini, didampingi Kabag Humas Setda Kebumen Budhi Suwanto.

Rini mengungkapkan,   tiga kecamatan dengan kasus tertinggi hingga akhir April 2019. Meliputi Kecamatan Mirit  20 kasus, Prembun 21 kasus dan Karanganyar 19 kasus.

"Puskesmas di tiga kecamatan itu sudah melakukan pencegahan. Diantaranya melakukan  penelitian epidemologi (PE) tempat tinggal penderita serta sosialisasi PSN," imbuhnya.

Kepala UPT Puskesmas Mirit dr Uskar Yulinanto, yang ikut dalam jumpa pers itu mengungkapkan, meningkatnya kasus DBD di daerahnya salah satu penyebabnya berkurangnya kegiatan PSN.

Setelah kasus DBD turun pada tahun 2017 dan 2018, masyarakat lupa. PSN seharusnya terus dilakukan apalagi pada musim hujan sehingga nyamuk aedes aegepty tidak berkembang.(*)
Powered by Blogger.