Header Ads

Sabar Menjalankan Perintah

Sabar Menjalankan Perintah
Kegiatan malam nuzulul quran di Masjid Agung Kauman Kebumen, Selasa malam, 21 Mei 2019.
www.inikebumen.net KATA yang kerap kali diucapkan sekaligus sering disalahpahami adalah sabar. Kerap kali diucapkan untuk menasehati orang, tapi juga dipahami secara keliru dalam mengucapkan, seolah sabar itu hanya mendiamkan sesuatu yang tak sesuai keinginan.

Padahal sabar ada beberapa bentuk, salah satunya adalah sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt. Kesabaran seperti ini dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as sewaktu mendapat perintah Allah Swt untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail as.

Kisahnya diabadikan dalam Al Quran surat Ash Shaaffaat ayat 99-111. Pada ayat 102 disebutkan,

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Mengapa perlu kesabaran dalam menjalankan perintah? Karena tak semua orang mau menjalankan perintah Allah Swt. Apalagi perintah itu berat untuk dijalani, seperti yang diterima Nabi Ibrahim as.

Untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, juga memerlukan kesabaran. Bukan kesabaran menunggu saat datangnya waktu maghrib sambil bermalas-malasan atau tiduran di rumah, itu masih mudah melakukannya. Melainkan kesabaran tetap melakukan kegiatan rutin harian sambil menjalankan ibadah puasa.

Karena di luar rumah, bisa kita saksikan semakin banyak orang yang tidak malu lagi menunjukkan dirinya tidak berpuasa dengan berbagai alasan. Melihat banyak orang tidak berpuasa saat beraktivitas di luar rumah, memerlukan kesabaran kita untuk tetap menjalankan ibadah puasa.

Allah Swt mengingatkan bahwa sabar itu memang berat. Disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 45-46 yang artinya,

“Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang- orang yang khusyuk. (Yaitu) orang- orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan akan kembali kepadaNya.”

Demikian juga dengan perintah-perintah Allah Swt yang lain. Perlu kesabaran untuk menjalankannya, seperti perintah untuk bersikap jujur. Sekarang banyak dikeluhkan sulitnya mencari orang jujur. Hal ini mengindikasikan semakin banyaknya orang yang berani mengabaikan perintah Allah Swt, meski mengaku beragama Islam.

Balasan bagi ketaatan menjalankan perintah Allah Swt nanti di akhirat, bukan sekarang di dunia. Diakui atau tidak, masih banyak yang ragu dengan keberadaan akhirat, mungkin itu yang membuat mereka berani mengabaikan perintah Allah Swt.

Karena sabar itu berat, termasuk sabar dalam menjalankan perintah, maka Allah Swt menjanjikan akan selalu bersama orang yang sabar (QS Al Baqarah 153). Jadi orang yang sabar bukan orang yang diam, tapi orang yang aktif, antara lain dalam menjalankan perintah Allah Swt.(*)

Kang Juki
Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kauman, Kebumen.
Powered by Blogger.