Diterjang Gelombang Pasang, Ratusan Warung dan Posko Pemantauan BPBD Kebumen Rusak

Gelombang yang terjadi sejak pukul 02.00 hingga 14.00 WIB mencapai ketinggian 3-6 meter. Ratusan warung di sejumlah pantai di Kebumen dilaporkan diterjang gelombang air laut tersebut.
Diterjang Gelombang Pasang, Ratusan Warung dan Posko Pemantauan BPBD Kebumen Rusak
Gelombang pasang menerjang sejumlah pantai di Pesisir Selatan Kebumen, Selasa, 11 Juni 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Ratusan warung yang berada di sejumlah obyek wisata di pesisir selatan Kebumen dilaporkan rusak akibat diterjang gelombang pasang, Selasa, 11 Juni 2019.

Tak hanya itu, satu Pos Pemantauan BPBD Kebumen yang didirikan untuk mengawasi wisatawan di Pantai Setrojenar Kecamatan Buluspesantren juga rusak disapu derasnya gelombang air laut.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kebumen, mencatat pada Selasa, 11 Juni 2019, gelombang yang terjadi sejak pukul 02.00 hingga 14.00 WIB mencapai ketinggian 3-6 meter. Ratusan warung di sejumlah pantai dilaporkan diterjang gelombang air laut tersebut.

Di Pantai Setrojenar Kecamatan Buluspesantren, gelombang pasang menerjang hingga daratan sejauh 20-50 meter dengan tinggi gelombang 3-5 meter. Akibatnya, 65 warung semi permanen, 2 warung rusak total dan 1 Pos Pemantuan (tenda) rusak. Saat peristiwa terjadi terdapat sekitar 2 ribu wisatawan berada di pantai tersebut.

Gelombang pasang menerjang Pantai Ambal sejauh 20-50 meter ke daratan. Air pasang setingga 3-5 meter itu mengakibatkan sedikitnya 30 warung yang terbuat dari bambu rusak berat.

Kemudian, di Pantai Suwuk Kecamatan Puring, gelombang pasang masuk ke daratan sejauuh 20-50 meter dengan ketinggian sekitar 3-5 meter. Mengakibatkan sedikitnya 20 warung rusak berat.

Selanjutnya, di Pantai Petanahan terdapat 20 warung yang terbuat dari bambu rusak berat akibat diterjang gelombang pasang setinggi 4-6 meter.

Sementara itu, di Pantai Watu Bale Desa Pasir Kecamatan Ayah diterjang gelombang tinggi 4-6 meter. Meski demikian di tempat ini tidak ada warung yang rusak.

Komandan SAR Lawet Perkasa, Bejo Priyono, mengatakan sejak tiga hari terakhir para nelayan sudah diminta berhenti melaut. Pihaknya juga meminta para pengelola obyek wisata di sepanjang panti selatan memperingatkan pengunjung agar berhat-hati.

Pihaknya juga meminta para pengelola tempat wisata menyiapkan Tim SAR dan tenaga sukarelawan untuk berjaga-jaga dan mencegah pengunjung mandi atau berenang di laut.

"Nelayan sudah kami instruksikan berhenti melaut, baik nelayan di TPI Karangduwur, TPI Pedalen, TPI Pasir, TPI Argopeni maupun TPI Logending. Semuanya di Kecamatan Ayah," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang tinggi sejak Senin pagi, 10 Juni 2019.
Gelombang tinggi ini diperkirakan masih akan terjadi hingga 13 Juni 2019 mendatang.

Gelombang tinggi antara 4-6 meter berpeluang terjadi di perairan laut selatan Pulau Jawa. Meliputi Perairan Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga Yogyakarta.(*)

Powered by Blogger.