Pagi ini, Ganjar dan Letjen Doni Monardo Bakal Hadiri Destana Tsunami di Kebumen

Berbagai kegiatan yang akan digelar diantaranya penanaman mangrove dan pemasangan papan informasi tsunami disekitar Pantai Laguna Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit.
Pagi ini, Ganjar dan Letjen Doni Monardo Bakal Hadiri Destana Tsunami di Kebumen
Persiapan penerimaan pataka Ekspedisi Destana Tsunami
www.inikebumen.net KEBUMEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dijadwalkan akan hadir pada kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami di Kebumen, pagi ini, Selasa 30 Juli 2019.

Selain itu, juga dijadwalkan hadir Kepala BMKG Prof Dwi Korita, hingga Kepala Badan Standarisasi Nasional.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan, mengatakan berbagai kegiatan yang akan digelar diantaranya penanaman mangrove dan pemasangan papan informasi tsunami disekitar Pantai Laguna Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit.

Setelah itu akan meninjau kesiapan sekolah-sekolah yang rawan terjadi tsunami di SMP dan SMK Ambal. "Insyaalah dimulai pukul 11.00 siang," kata Lilik Kurniawan.

Kabupaten Kebumen akan disinggahi oleh rombongan Destana Tsunami 2019 pada 30-31 Juli 2019. Ekspedisi ini bertujuan untuk memotret kesiapsiagaan desa dalam menghadapi ancaman bencana tsunami.

"Ekspedisi Destana Tsunami untuk memberikan edukasi, bukan menakut-nakuti masyarakat Kebumen yang daerahnya termasuk rawan tsunami," tegas Sekda Kebumen, Ahmad Ujang Sugiono, saat menjadi narasumber Konferensi Pers Persiapan Ekspedisi Destana Tsunami di Gedung Press Center Kebumen, Jumat siang, 26 Juli 2019.

Ujang mengatakan, tim ekspedisi Destana Tsunami 2019 akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih siap bila terjadi bencana tsunami atau bencana lainnya. Selain itu, juga untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih siap, mandiri dan untuk lebih tangguh menghadapi bencana.

"Bahwa bencana itu tidak bisa kita hindari, tetapi (jika terjadi) kita harus bisa meminimalisir jatuhnya korban," ujarnya.

Ekspedisi Destana tsunami sebagai wujud nyata upaya dari pemerintah bersama komponen lainnya. Yakni masyarakat,dunia usaha, perguruan tinggi dan media yang dia sebut pentahelik, bergerak secara bersama dan masif memberikan edukasi kepada masyarakat.(*)
Powered by Blogger.