Catat! Bantu Pemasaran, ASN Bakal Diwajibkan Beli Garam Kebumen

Kebutuhan garam di Kebumen mencapai 50 ribu ton per tahun. Setiap satu orang dalam satu tahun diasumsikan mengkonsumsi garam rata-rata 4 kg dikalikan 1,3 juta penduduk Kebumen.
Catat! Bantu Pemasaran, ASN Bakal Diwajibkan Beli Garam Kebumen
Syarif Widjaya bersama Bupati Yazid Mahfudz panen garam bersama di Miritpetikusan Kecamatan Mirit
www.inikebumen.net MIRIT - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kebumen bakal diwajibkan untuk membeli garam hasil produksi petani Kebumen. Hal itu dikatakan Bupati Yazid Mahfudz, pada acara acara Launching Kampung Garam, di Desa Miritpetikusan, Kecamatan Mirit, Selasa, 24 September 2019.

"Kita akan buat edaran agar ASN  membeli garam Kebumen untuk menjamin bahwa mereka bisa memproduksi dan pemasaran," kata bupati.

Yazid Mahfudz, mengatakan pihaknya akan mewajibkan ASN di Kebumen untuk membeli garam produksi masyarakat pesisir selatan. Hal ini dilakukan untuk membantu pemasaran para petani garam.

Ia mengungkapkan, kebutuhan garam di Kebumen mencapai 50 ribu ton per tahun. Hal ini berdasarkan hitungan kasar, setiap satu orang dalam satu tahun diasumsikan mengkonsumsi garam rata-rata 4 kg dikalikan 1,3 juta penduduk Kebumen.

"Perlu kita upayakan agar masyarakat Kebumen bisa terpenuhi oleh orang Kebumen sendiri," tegasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikana Kebumen La Ode Haslan, mengatakan Kabupaten Kebumen memiliki panjang garis pantai lebih kurang 57,5 km yang potensial untuk pengembangan tambak dan industri garam. Baik untuk garam konsumsi, industri, farmasi atau kesehatan dan kecantikan.

Apalagi air laut sebagai bahan baku utama pembuatan garam masih belum tercemar. Sehingga menghasilkan produksi garam dengan kualitas yang jauh lebih baik dari produksi daerah lain. Hal ini menjadikan kadar natrium klorida (Na Cl) mencapai 95,75 persen.

Kabupaten Kebumen sendiri sejak tahun 2018 sudah memiliki 12 kelompok usaha garam rakyat dengan 150 orang petambak garam yang tersebar di empat kecamatan. Yaitu Ambal, Mirit, Puring, dan Klirong. Hingga saat ini dari empat kecamatan itu mampu memproduksi garam sebesar 36,5 ton.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian KKP Syarif Widjaya. Direktur Jasa Kelautan Kementerian KKP M Yusuf, Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono serta sejumlah pejabat lainnya.

Launching Kampung Garam di Kabupaten Kebumen dilakukan Kepala Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP Syarif Widjaya. Peresmian sentra industri garam rakyat itu akan diselenggarakan di dua tempat.

Yang pertama peresmian gedung pengolahan garam Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong. Kemudian, peresmian unit produksi garam di Kampung Garam Desa Miritpetikusan Kecamatan Mirit.

Rombongan juga akan meninjau kolam garam untuk sauna dan perendaman kaki (garam kesehatan). Kemudian, meninjau kolam terapi ikan nilem, pameran Poklahsar, olahan garam hingga meninjau selfi area.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan kampanye memasyarakatkan makan ikan dan kampanye tolak plastik sekali pakai.

Selain itu, Bupati Yazid Mahfudz juga memberi nama ikan  nilem “Tulmen”. Yang merupakan singkatan akronim dari Ikan Nilem Merah Pringtutul Kebumen. Ikan ini merupakan hasil temuan dari Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan yang hanya ada di Kebumen.(*)
Powered by Blogger.