Duh! Butuh Kerja Keras, Angka Stunting di Kebumen Masih Tinggi

Asupan gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan secara rutin, diharapkan bayi lahir dalam kondisi sehat dan dapat tumbuh kembang dengan baik.Duh! Butuh Kerja Keras, Angka Stunting di Kebumen Masih Tinggi
Peserta Jambore Kader Posyandu, sedang mempraktekan cara mengasuh anak yang benar. (ilustrasi)
www.inikebumen.net KARANGANYAR - Kasus stunting di Kabupaten Kebumen masih cukup tinggi. Pada 2018 lalu, dari total 80 ribu bayi yang telah dilakukan pengukuran, ditemukan 10 ribu bayi diantaranya mengalami stunting.

"Kita harus melakukan pencegahan pertumbuhan bayi stunting ini melalui penyadaran pola hidup sehat, gizi seimbang dan pemeriksaan berkala bagi para ibu hamil," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan, Kusbiyantoro, saat menghadiri kegiatan orientasi gizi seimbang pada ibu hamil, di Hotel Candisari Karanganyar, Selasa, 10 September 2019.

Kusbiyantoro mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberi pemahaman kepada para ibu hamil agar benar-benar dapat memperhatikan perkembangan kesehatan janin yang dikandungnya. Yakni dengan asupan-asupan gizi seimbang.

Sebab, kata dia melalui asupan gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke unit-unit pelayanan kesehatan. Diharapkan bayi lahir dalam kondisi sehat dan dapat tumbuh kembang dengan baik. Baik kesehatan dan pertumbuhan tubuh maupun kecerdasannya.

"Bayi yang lahir ini merupakan generasi emas bangsa yang harus diberi perhatian khusus dalam pertumbuhannya. Kita berharap di Kebumen nanti memiliki generasi masa depan yang cerdas, sehat dan bermanfaat bagi bangsa dan negara," tegasnya.

Ia berharap melalui berbagai upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan dapat menekan angka stunting di Kabupaten Kebumen.

Sementara itu, acara yang diikuti oleh ratusan ibu hamil menghadirkan dua orang narasumber. Yaitu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Wahyu Setianingsih M.Kes  dan dokter spesialis anak dari RSUD Banyumas dr Desi Yulyanti SpA.

Dalam paparannya, Wahyu Setianingsih mengingatkan kepada para ibu hamil agar memberi ASI eksklusif. Sebab, ASI eksklusif merupakan makanan terbaik buat bayi untuk pertumbuhan dan kecerdasan bayi.

"Jangan pernah dikasih susu formula, sebab jika tidak cocok akan menimbulkan penyakit pada bayi. ASI eksklusif tetap yang terbaik buat makanan bayi selama dua tahun," kata dia.

Ia juga menyarankan agar para ibu hamil membawa bayi ke pos layanan kesehatan secara berkala dan diberi imunisasi untuk kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit. "Pemeriksaan kesehatan bayi harus terus dilakukan semasa usia balita," tandasnya.

Para ibu hamil juga dianjurkan agar mengkonsumsi sayur mayur, buah-buahan, protein dan lemak. Sebab, makanan ini sangat baik untuk ASI. Selain itu, juga agar mengkonsumsi vitamin, zat besi hingga yodium.(*)
Powered by Blogger.