Hujan Tak Kunjung Turun, Volume Air Waduk Sempor Susut Hingga 96 Persen

"Setiap hari ada penurunan elavasi air Wadus Sempor sekitar 2 meter,"
Hujan Tak Kunjung Turun, Volume Air Waduk Sempor Susut Hingga 96 Persen
Air Waduk Sempor mengering (Ilustrasi)
www.inikebumen.net SEMPOR - Kekeringan yang melanda Kabupaten Kebumen kian memprihatinkan. Selain sejumlah desa alami kekurangan air bersih, saat ini Waduk Sempor sudah mulai kritis.

Volume air waduk kian menyusut. Jika pada kondisi normal, volume air Waduk Sempor mencapai 38  juta meter kubik (m3) per detik. Namun, sekarang hanya 1.488 juta m3 per detik, atau menyusut hingga 96 persen.

Kepala Bagian Unit Pengelola Bendungan (UPB) Waduk Sempor, Darmaji, menjelaskan sampai awal September 2019, penurunan elevasi air mencapai 25,33 meter dari elevasi normal 67 meter. Penurunan elevasi ini cukup signifikan, yakni tinggal 41,67 meter atau alami penurunan sekitar 25,33 meter.

"Setiap hari ada penurunan elavasi air sekitar 2 meter," terangnya.

Baca juga: Pemkab Kebumen Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Meski kritis, lanjut dia, air masih tetap dialirkan untuk menyelamatkan suplai air minum warga Kabumen melalui PDAM.

Pemkab Kebumen sendiri telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan sejak 21 Mei hingga 31 Oktober 2019.

Saat ini bencana kekeringan sudah melanda 15 desa yang tersebar pada 9 kecamatan yang berimbas pada kurangnya air bersih. Karenanya, Kabupaten Kebumen telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan selama 164 hari.

Sedangkan di sektor pertanian, kekeringan juga menyebabkan gagal panen pada 4.233 hektar sawah yang tersebar di 6 kecamatan. Sehingga mengancam menurunnya pendapatan petani.

Selain itu dampak lain yang bisa muncul dari kemarau panjang, diantaranya kebakaran hutan, pasokan listrik berkurang.

Gangguan kesehatan seperti penyakit pencernaan, penyakit saluran pernapasan yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB).(*)
Powered by Blogger.