Progres Rehab Rumah Mbah Surip Sudah 50 Persen, Ditargetkan Selesai Dua Minggu

www.inikebumen.net KLIRONG - Pembangunan rumah Mbah Surip, yang rumahnya nyaris roboh di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, telah mencapai 50 persen. Panitia bedah rumah dari Sedulur Kebumen menargetkan dapat menyelesaikan rehab rumah dalam dua minggu ke depan.

Progres Rehab Rumah Mbah Surip Sudah 50 Persen, Ditargetkan Selesai Dua Minggu
Relawan dari Sedulur Kebumen sibuk bekerja memperbaiki rumah Mbah Surip di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong.
"Targetnya dua minggu selesai dan sudah bisa ditempati," ujar Bambang Suhaji, Koordinator Bedah Rumah Mbah Surip, Jumat (22/9/2017).

Bambang Suhaji, yang juga pengurus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kebumen ini, menceritakan progres bedah rumah milik Mbah Surip itu telah mencapai 50 persen. Atap dan rangka baja sudah terpasang, termasuk pemasangan bata juga sudah hampir selesai. "Kita terus kebut pengerjaannya  biar cepat selesai," imbuhnya.

Kondisi rumah Mbah Surip, menjadi perhatian masyarakat saat Sat Lantas Polres Kebumen membagikan sembako "door to door" dalam rangka memeringati HUT Polisi Lalu Lintas beberapa waktu lalu. Temuan itu pun disambut oleh Group WhatsApp "Sedulur Kebumen" dengan melakukan penghimpunan dana. Sejak Senin (18/9/2017) rumah itu pun dibongkar untuk diperbaiki.

Bahkan Sat Lantas Polres Kebumen, menerjunkan personelnya untuk ikut kerja bakti membongkar rumah tersebut. Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, menjelaskan bedah rumah ini dalam rangka peduli sesama rangkaian kegiatan HUT Polantas yang ke 62 Polres Kebumen. "Kita dibantu komunitas Sedulur Kebumen, Banser dan warga sekitar," terang AKP Suryo Wibowo.

Kepala Desa Jogosimo Sokhibun, menyambut gembira. Menurutnya, rumah Mbah Surip sebetulnya sudah diusulkan ke pemerintah untuk dilakukan bedah rumah. Namun, Udin, anak Mbah Surip  menolaknya dengan berbagai alasan. Sehingga pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak.

"Hadirnya jajaran Satlantas di desa kami sangat kami rasakan bantuannya. Bahkan, Udin yang tadinya menolak akhirnya berhasil dibujuk pak polisi agar rumahnya dibedah," ucap Sokhibun.

Selain itu, keprihatinan datang bukan hanya dari pemerintah dan polisi yang melihat langsung kondisi rumah. Salah satu warga yang letaknya berjejer dengan Mbah Surip juga mengatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut, terutama saat musim penghujan.

"Kalau pas hujan, Mbah Surip sering kami bujuk untuk mengungsi di rumah kami. Kami khawatir rumahnya roboh. Namun Mbah Surip selalu menolaknya. Ya, kami terimakasih kepada pak polisi akhirnya rumah Mbah Surip diperbaiki" kata Atun (35) tetangga paling dekat dengan rumah Mbah Surip.(*)
Powered by Blogger.