Ditinggal Istrinya Jemput Anak, Warga Rowokele Tewas Gantung Diri

www.inikebumen.net KEBUMEN - Menjelang akhir tahun, kasus bunuh diri terjadi lagi di Kabupaten Kebumen. Kali ini korban berinisial NT (34), warga Kecamatan Rowokele, ditemukan tewas dengan kondisi terlilit tali plastik yang diikatkan pada pasak rumah, Senin siang, 18 Desember 2017.

Ditinggal Istrinya Jemput Anak, Warga Rowokele Tewas Gantung Diri
Tim Inafis Polres Kebumen melakukan olah TKP kasus bunuh diri di Rowokele
NT nekat mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi. Hal itu diperkuat dengan informasi yang diterima polisi dari keluarga korban, sebelum ditemukan meninggal NT sering mengeluh sakit kepala karena himpitan ekonomi.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, menjelaskan korban tewas pertama kali ditemukan oleh istrinya, Saikem (32).

Saat itu, sang isteri baru pulang menjemput anaknya dari rumah orang tua korban. Namun, saat memasuki ruang tengah, suaminya sudah dalam keadaan menggantung. Saikem yang panik, menjerit histeris, hingga membuat para tetangga datang ke rumahnya. Tetangganya yang datang selanjutnya membantu menurunkan suaminya itu.

Kepada petugas, Saikem mengaku tak punya firasat apapun tentang malapetaka yang akan datang di dalam keluarganya. Ia tak akan pernah menyangka, jika suaminya berinisial NT akan secepat itu mengambil jalan pintas, mengakhiri hidupnya.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB. Atau hanya 30 menit setelah isterinya pamitan menjemput anaknya di rumah orang tua korban, yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumahnya.

Dari hasil olah TKP oleh tim Inafis Polres Kebumen dan Polsek Rowokele, diperkirakan, NT yang juga seorang kepala keluarga itu, sengaja mengakhiri hidupnya.

"Saat kami lakukan olah TKP, tidak ada hal mencurigakan di sekitar tubuh korban yang mengarah ke tindak pidana. Korban ditemukan tewas menggantung di rumahnya," ucap AKP Willy berdasarkan data dari tim Inafis yang datang ke TKP.

Keterangan itu pun diperkuat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Rowokele yang juga datang ke TKP. Dari hasil pemeriksaan, tim medis tidak menemukan tanda tanda penganiayaan pada tubuh korban, melainkan karena kehabisan nafas setelah lehernya terlilit tali plastik.(*)

Powered by Blogger.