Di Temanggung, Shinta Nuriyah Ajak Penyandang Disabilitas Sahur Bersama

www.inikebumen.net TEMANGGUNG - Shinta Nuriyah Wahid, Istri mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengunjungi anak-anak penyandang disabilitas intelektual di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung, Kamis 24 Mei 2018.
Di Temanggung, Shinta Nuriyah Ajak Penyandang Disabilitas Sahur Bersama
Istri almarmuh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah.
Kunjungan ini sangat istimewa bagi penerima manfaat (PM) BBRSBG karena dilakukan menjelang sahur. Udara yang dingin dan rintik hujan dini hari tak menghalangi semangat para penerima manfaat (sebutan untuk penerima layanan) menyambut kedatangan Shinta Nuriyah.

Tarian "Warog Doger" dan tari ceria yang ditampilkan penerima manfaat menyambut kedatangan Shinta dan rombongan. 

"Ini baru pertama kali saya datang ke sini. Saya merasa terharu karena mereka mempunyai semangat yang begitu tinggi dalam menjalankan ibadah maupun dalam rasa berkebangsaan," kata Shinta.

Dia meminta semangat kalangan disabilitas terus dipupuk oleh pihak BBRSBG. Tujuannya untuk menumbuhkan dan menanamkan rasa kebangsaan bagi para penerima manfaat.

Suasana hangat dan nuansa keberagaman kental terasa ketika paduan suara dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) turut memberikan persembahan lagu islami dalam paduan suara dan alunan biola. Mereka hadir bersama tokoh-tokoh lintas agama, suku maupun golongan sebagai bentuk partisipasi.

Salah seorang penerima manfaat, Sinar Bayu (24) tampak terharu saat bertemu dengan Shinta. Matanya berkaca-kaca dan tak kuasa meluapkan kegembiraannya.

"Saya sangat suka Gus Dur dan pemikiran-pemikirannya. Saya juga senang bertemu Ibu Shinta," kata Sinar.

Safari Sahur
 
Ketua Panitia Safari Sahur, Istimah Arfiani mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diprakarsai  Yayasan Puan Amal Hayati Jakarta. Untuk Kabupaten Temanggung, secara teknis acara ini dilaksanakan oleh Komunitas Gusdurian Temanggung yang merupakan komunitas lintas agama, etnis dan suku.

Menurut Istimah, sahur bersama selalu digelar bersama kalangan menengah ke bawah, kaum minoritas, disabilitas dan kalangan terpinggirkan. Untuk tahun ini, sahur bersama digelar bersama dengan kalangan disabilitas intelektual dan disabilitas fisik yang bekerja sama dengan BBRSBG Kartini Temanggung.

"Kami ingin berbagi dan memberi semangat serta membangun kepercayaan diri anak-anak penyandang disabilitas," katanya.

Dia mengatakan, kehadiran Shinta Nuriyah sebagai mantan ibu negara, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat, membuat anak-anak merasakan kebersamaan.

Pelaksana Harian Kepala BBRSBG Kartini Temanggung, Proboretno Kuncororini menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan istri Gus Dur tersebut sahur bersama penerima manfaat.

Acara ini dihadiri 300 peserta dari berbagai kalangan, baik penyandang disabilitas, pihak pegawai BBRSBG juga tokoh masyarakat lintas agama.

BBRSBG Kartini Temanggung adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI yang berada di bawah dan tanggung jawab kepala Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Tugas balai besar ini adalah melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial, resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut bagi penyandang disabilitas intelektual agar mampu berperan dan mandiri dalam kehidupan bermasyarakat.

BBRSBG juga menjadi rujukan nasional, pengkajian dan penyiapan standar pelayanan, pemberian informasi dan koordinasi dengan instansi terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada tahun ini BBRSBG melayani 150  penerima manfaat di dalam panti dan 490 penerima manfaat luar panti yaitu, program daycare sebanyak 10 orang, pelayanan Rehabilitasi Sosial Berbasis  Keluarga (RSBK) sebanyak 355 penerima manfaat,  dan Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat  atau  Sheltered Workshop "Peduli" 125 penerima manfaat.(*)
Powered by Blogger.