Header Ads

Dibalik Sukses Film Polapike, Syuting Gunakan Kamera HP Hingga Viral dan Dikontrak Trans 7

Kisah Film Pendek Ngapak Kebumen Polapike, Syuting Gunakan Kamera HP Hingga Viral dan Dikontrak Trans 7
Yan Rendra Pratiwi atau yang lebih dikenal Rendra Polapike (32), bersama tiga bocah pemeran film pendek Polapike menunjukan ponsel yang selama ini digunakan untuk proses pengambilan gambar.
www.inikebumen.net SADANG - Siapa sangka film pendek Kebumen "Polapike" yang sedang viral di jagad maya ini ternyata proses syutingnya (pengambilan gambar) hanya menggunakan kamera handphone. Tak hanya itu, lokasi produksi film anak Sadang ini juga termasuk daerah "blank spot". Untuk mengunggah video hasil produksi ke chanel Youtube memanfaatkan wifi gratis yang ada di Balai Desa Sadang Wetan, Kecamatan Sadang.

Bahkan saat ini, Film Pendek Ngapak Kebumen Polapike sudah dikontrak oleh televisi nasional Trans 7 melalui program "Bocah Ngapa(k) ya" yang tayang setiap Sabtu dan Minggu pukul 17.00-17.30 WIB.

Otak dibalik film pendek ini adalah Yan Rendra Pratiwi atau yang lebih dikenal Rendra Polapike (32). Pria yang juga kerap muncul di beberapa episode Polapike itu bukan orang baru dalam dunia hiburan.

Sebelumnya dia pernah tergabung dalam sebuah grup lawak dan mengikuti ajang kompetisi grup lawak yang diadakan Indosiar dengan nama grup ASN (Arti Sebuah Nama). Setelah itu, dia juga banyak terlibat dalam sitkom di beberapa TV Swasta yaitu Ok Jek, TTM (Tetangga tapi Mantan), dan masih banyak lainnya.

Rendra mengungkapkan ide awal Film Pendek Ngapak Kebumen ini bermula dari berakhirnya sinetron TTM. Dia diminta pulang ke Sadangwetan, Kecamatan Sadang, oleh ibunya yang sedang sakit.

Setelah pulang, Rendra rupanya merasa gatal untuk berkarya dan dia memutuskan untuk membuat sebuah film pendek yang awalnya dilakukan bersama dengan para pemuda Sadangwetan.

Ketika itu, dia memutarkan video hasil karyanya di depan masyarakat sembari menonton piala dunia 2018. Ternyata banyak masyarakat yang mengapresiasi, ada juga yang mengkritik bahwa video tersebut terlalu lama karena awalnya Rendra membuat video ini berdurasi 15 menit.

Rendra pun akhirnya menemukan 3 orang bocah yang menjadi pemeran di video Polapike saat ini yaitu Ahmad Azkal Fuadi atau Azkal (11), Fadli Dwi Ramadan atau Fadli (10) dan Ilham Dwi Ramadan atau Ilham (8). Azkal dan Fadli merupakan teman satu kelas di kelas 5 MI Maarif Sadang Wetan. Sedangkan Ilham  masih duduk dibangku kelas 2 MI Maarif Sadang Wetan

Polapike sendiri berkonotasi positif yang merupakan arti dari apik banget dalam bahasa Indonesia. Rendra menjelaskan hingga saat ini dirinya sudah memproduksi 23 episode. Itu belum termasuk produksi iklan layanan masyarakat. Di setiap produksinya, pemeran utamanya adalah ketiga bocah tersebut. Uniknya, film-film tersebut semuanya menggunakan bahasa ngapak, sebagai bahasa ciri khas Kabupaten Kebumen.

Kisah yang diangkat pun seputar keseharian anak-anak Sadang. Seperti soal mancing di sungai, jajanan bakso hingga obrolan cita-cita. Kisah itu jadi kocak karena paduan kepolosan dan sok tahu khas anak-anak serta bahasa 'ngapak' tersebut.

Rendra pertama kali mengunggah video film ngapak Kebumen Polapike pada 11 Agustus 2018 dengan judul "Cita-cita". Hingga Minggu, 10 Maret 2019, video itu sudah ditonton 1,4 juta penonton. Kemudian, video yang paling banyak ditonton oleh warganet berjudul "Gaya Batu" yang sudah 7 juta kali ditonton.

Video lain, berjudul Kolesterol 2,5 juta kali ditonton, Kentut 3,4 juta, Males Mandi 1,1 ribu, Maling Sendal 2,6 juta, Apa Urusan Anda Menanyakan itu 953 ribu. Video berjudul Kebumen 1 juta kali ditonton,  Mancing Mania 1,7 juta, Duit 3,8 juta, Ayam Sorry 1,3 juta, Perangkap Ikan 2,6 juta,
Traktir 1,6 juta.

Selanjutnya, video berjudul Nyamuk 1,6 juta kali ditonton, Rambut Baru 2,5 juta, Salah Pesan 3,4 juta, Generasi Biru 4,2 juta, Naik Haji 1 juta, Damai Itu Indah 1,7 juta dan Halo Radio 3,2 juta kali ditonton. Hingga Minggu pagi, Chanel Youtube Rendra Polapike sendiri  sudah punya 522 ribu pelanggan.

Dalam proses produksinya, Rendra mengaku hanya menggunakan ponsel Merk Infinix yang dibelinya seharga Rp 1,2 juta. Termasuk untuk mengedit video dan mengunggahnya ke chanel Youtube miliknya. "Kalau produksinya tergantung tingkat kesulitan. Ada yang sehari ada juga dua hari," tuturnya.

Salah satu kendala yang dihadapinya yakni saat akan mengunggah hasil produksinya ke Youtube. Hal ini lantaran Sadang masih menjadi salah satu daerah yang "blank spor" di Kabupaten Kebumen. Beruntung di Balai Desa Sadangwetan sudah ada wifi gratis.

"Setiap saya mau upload, saya harus datang lebih awal dari yang lain. Kalau sampai keduluan yang lain kan lelet karena banyak yang ngegame," imbuh pria yang mengenyam pendidikan di SMK Dr Sutomo Temanggung jurusan arsitek ini.

Dalam semua proses produksi dilakukannya sendiri oleh Rendra. Mulai dari ide cerita, sutradara, kameramen hingga editor. Karena saking viralnya dan ceritanya yang masih natural, karya Rendra akhirnya dilirik oleh televisi nasional Trans 7.

Film Pendek Ngapak Kebumen Polapike sudah dikontrak oleh televisi nasional Trans 7 melalui program "Bocah Ngapa(k) ya" yang tayang setiap Sabtu dan Minggu pukul 17.00-17.30 WIB.(*)
Powered by Blogger.