Catat! Setiap ASN di Kebumen adalah Humas Pemerintah

"Karenanya, semua anggota organisasi pemerintah diharapkan dapat menjadi Humas"
Catat! Setiap ASN di Kebumen adalah Humas Pemerintah
Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, saat membuka pelatihan kehumasan dan keprotokolan bagi ASN di lingkungan Pemkab Kebumen
www.inikebumen.net KEBUMEN - Humas bukan lagi sebagai penyambung lidah pemerintah, tetapi lebih merupakan penghubung ide dan kebijakan.

Hal itu dikatakan Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, saat membuka pelatihan kehumasan dan keprotokolan bagi ASN di lingkungan Pemkab Kebumen di Ruang Jatijajar Komplek Rumdin Bupati, Rabu 31 Juli 2019.

"Sehingga keberadaannya dituntut mampu membawa perubahan kepada institusi atau organisasi yang diwakilinya ke arah perbaikan," ujar Ahmad Ujang Sugiono.

Sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, lanjut Ujang, Humas merupakan palang pintu bagi hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

"Karenanya, semua anggota organisasi pemerintah diharapkan dapat menjadi Humas, alias humas for non humas," ujarnya.

Salah satunya, para ASN dituntut dapat dengan cerdas memanfaatkan media sosial. Yakni sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan kebijakan organisasi dengan benar kepada masyarakat.

"Selanjutnya, dalam membangun hubungan pemimpin dan warganya, kita juga perlu memperhatikan aspek keprotokolan," terang Ujang.

Wibawa pemerintah, khususnya pejabat serta kehikmatan serta kelancaran suatu acara sangat ditentukan oleh protokol. Tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan yang berkaitan dengan penghormatan kepada seseorang sesuai jabatan dan kedudukannya dalam pemerintahan dan masyarakat diatur dalam protokol.

"Tugas-tugas protokol tidaklah ringan. Karena menyangkut eksistensi atau harga diri seorang pejabat. Protokol juga harus bisa menjaga kehormatan dan birokrasi di pemerintahan," kata dia.

Menurutnya, banyak hal yang harus dikuasai oleh protokol. Diantaranya, hal-hal seputar acara yang dihadiri seorang pemimpin atau pejabat harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Seperti pengaturan tata tempat, susunan acara, penerimaan tamu, hingga jamuan makan.

Tidak berhenti pada persiapan saja, namun protokol juga bertanggung jawab pada pelaksanaan hingga acara tersebut berakhir. Pengawasan dan evaluasi juga harus terus-menerus dilakukan untuk lebih meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.

"Protokol harus tegas sekaligus peka dalam menjalankan tugas di lapangan. Kita tetap harus memberikan pelayanan maksimal. Namun tetap berada pada koridor atau aturan yang telah ditetapkan," tegasnya.

Sementara itu, pelatihan kehumasan dan keprotokalan diikuti oleh 70 orang perwakilan OPD, Kecamatan, Puskesmas hingga BUMD.

Hadir pada pembukaan pelatihan, Kabag Humas Setda Kebumen Budhi Suwanto. Sedangkan narasumber dari Pranata Humas Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah.(*)

Powered by Blogger.