Dua Terobosan Pemkab Kebumen Raih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Dua terobosan itu, yang pertama inovasi Stop Kematian Angka Kematian Ibu dan Anak melalui peran serta Pedagang Keliling (Sakina Peling). Kemudian, yang kedua inovasi Taman Proklim Lebah Klanceng (Tamplek).
Dua Terobosan Pemkab Kebumen Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik
Disaksikan Mendagri Tjahjo Kumolo, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menerima piagam penghargaan dari MenPAN RB Syafruddin, di Semarang, Kamis malam.
www.inikebumen.net SEMARANG - Dua inovasi Pemkab Kebumen berhasil meraih penghargaan Top 99 inovasi terbaik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dari MenPAN RB Syafruddin pada acara Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Kementerian PANRB di Hotel Gumaya Tower Semarang, Kamis malam, 18 Juli 2019.

Dua terobosan itu, yang pertama Inovasi Stop Kematian Angka Kematian Ibu dan Anak melalui peran serta Pedagang Keliling (Sakina Peling). Kemudian, yang keduan inovasi Taman Proklim Lebah Klanceng (Tamplek).

Program Sakina Peling, merupakan terobosan baru yang diciptakan UPTD Puskesmas Buluspesantren II. Inovasi ini merupakan usaha preventif dan promotif dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak. Dengan cara memperluas jejaring, melibatkan peran serta masyarakat dalam hal ini melalui pedagang keliling.

Pedagang keliling dipilih karena sangat berperan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Informasi serta pengetahuan tersebut akan lebih cepat sampai kepada masyarakat luas, terlebih lagi hal itu dilakukan secara intens setiap harinya.

Jalinan kerjasama dilakukan sejak Januari 2018 dengan merekrut pedagang keliling yang berjualan di wilayah kerja Puskesmas Buluspesantren II.

Selanjutnya inovasi Tamplek di Desa Kalipoh Kecamatan Ayah. Yakni taman tetumbuhan diselingi budidaya lebah Klanceng yang didesain untuk meningkatkan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Yang memiliki peran penting dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hidup, meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, serta melaksanakan pemberdayaan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Tamplek merupakan perpaduan antara taman keanekaragaman hayati dan ekosistem dengan program kampung iklim. Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penumbuhkembangan kearifan lokal masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup.

"Ini tak sekadar penghargaan, momentum ini juga sebagai kolaborasi antar instansi pemerintah dalam menunjukkan komitmennya untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik," ujar Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa.

Ia menjelaskan 99 inovasi ini terpilih dari 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik). Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 2.824 proposal inovasi. Peningkatan ini, jelas Diah, tidak hanya kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas inovasinya.

Bahkan, ada beberapa instansi yang sebelumnya tidak pernah mengikuti kompetisi ini di tahun-tahun sebelumnya, justru masuk dalam 99 inovasi terbaik tahun ini.

Diah menilai, banyak kepala daerah yang membuat peraturan yang mengharuskan daerahnya mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP). Hal itu terbukti dari banyaknya inovasi yang menjadi terobosan dalam optimalisasi pelayanan masyarakat.

"Kami lihat ini luar biasa. Iovasi yang mengubah mindset dan menjadi terobosan untuk pelayanan publik yang lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Semarang dipilih menjadi tuan rumah penghargaan ini karena provinsi dan daerah di Jawa Tengah mengikutsertakan inovasi terbanyak pada KIPP 2019.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melahirkan tiga inovasi. Sedangkan pemkab/pemkot yang berada di wilayah Jawa Tengah mengikutsertakan 22 inovasi dalam ajang bergengsi ini. Salah satunya dari Kabupaten Kebumen.(*)

Powered by Blogger.