TMMD Reguler di Padureso Bakal Bangun Jalan Penghubung Antar Desa 673 Meter

TMMD Reguler didanai dari APBD Provinsi Jateng Rp 190 juta, APBD Kebumen Rp 478 juta, APBDes setempat Rp 270 juta dan APBN Rp 322,9 juta.
TMMD Reguler di Padureso Bakal Bangun Jalan Penghubung Antar Desa 673 Meter
Wabup Kebumen bersama Forkopimda meninjau lokasi TMMD
www.inikebumen.net PADURESO - Desa Rahayu Kecamatan Padureso, menjadi lokasi kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-106. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, di lapangan desa setempat, Rabu 2 Oktober 2019.

Hadir pada pembukaan Ketua DPRD Kebumen Sarimun, Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kepala Dispermades P3A Kebumen Frans Haidar, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang melalui Pasiter Kapten Inf Bambang Muldianto, mengatakan TMMD Reguler berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 2-31 Oktober 2019. Namun, untuk mengantisipasi kekurangan waktu, pihaknya telah melakukan kegiatan Pra TMMD yang dimulai sejak 17 September 2019.

"Karena kegiatan fisiknya cukup banyak, makanya kita lakukan kegiatan Pra TMMD," terang Bambang Muldianto.

Ada dua kegiatan pada TMMD Reguler. Yakni kegiatan non fisik untuk memberikan bekal pengetahuan tambahan bagi masyarakat dan kegiatan.

Adapun kegiatan fisik yang akan dilakukan, yaitu pembuatan talud sepanjang 425 meter, tinggi 1,30 meter dan lebar 0,30 meter. Kemudian, pembangunan jalan yang menghubungkan antara Desa Rahayu dan Desa Sidototo Kecamatan Padureso sepanjang 673 meter lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter dan pembangunan lapangan desa panjang 80 meter dan lebar 75 meter.

Selanjutnya, pembangunan 6 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan rehabilitasi masjid desa setempat. TMMD Reguler ini didanai dari APBD Provinsi Jateng Rp 190 juta, APBD Kebumen Rp 478 juta, APBDes setempat Rp 270 juta dan APBN Rp 322,9 juta.

Bambang menambahkan, Kebumen patut berbangga karena terpilih menjadi lokasi TMMD Reguler tahun ini. Sebab, program ini hanya digelar setiap tiga tahun sekali.

Untuk tahun ini di Jawa Tengah hanya empat kabupaten yang menjadi lokasi TMMD Reguler. Yaitu, Cilacap, Jepara, Boyolali dan Kebumen.

Ia menjelaskan, program TMMD ada dua jenis. Yaitu, TMMD Sengkuyung yang hanya ada di Jawa Tengah. Program yang menggunakan anggaran dari APBD Provinsi dan Kabupaten/kota digelar tiga kali dalam setahun.

Sedangkan TMMD Reguler, skalanya adalah nasional dan provinsi. Sehingga program pemerintah pusat dipadukan dengan pemda setempat melalui kegiatan non fisik berupa sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan masyarakat.

Wakil Bupati yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyampaikan program TMMD merupakan bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan. Serta kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan.

Sebab, mengatasi kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan daulat pangan dan energi, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara baik. Memberantas narkoba, memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme, tidak mungkin hanya mengandalkan peran pemerintah pusat saja, TNI/Polri saja, atau pemerintah daerah saja.

"Semua mesti keroyokan, dan semua mesti bersinergi serta bekerjasama bersama rakyat untuk menyelesaikan persoalan persoalan tersebut," ujarnya.

Menurutnya, sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD menjadi suatu kekuatan luar biasa. Untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.

"Kita ingin desa-desa di Jateng makin maju dan mandiri dengan tetap mempertahankannya sebagai sebuah entitas unik, dengan kearifan lokal yang selalu terjaga," tegasnya.(*)
Powered by Blogger.