pendaftaran mahasiswa baru UPB

Tiba di Bandara, Puluhan PMI Asal Jateng Langsung Jalani Rapid Test

PMI Berdatangan, Ganjar Pastikan Pemeriksaan Kesehatan Diperketat
Tiba di Bandara, 39 PMI Asal Jateng Langsung Jalani Rapid Test
Para PMI yang baru tiba di Bandara Ahmad Yani langsung mencapat pemeriksaan kesehatan. (Foto: Humas Jateng)
INI Kebumen, SEMARANG - Gelombang kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah terus meningkat. Sebanyak 39 PMI mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Selasa 19 Mei 2020.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau langsung penanganan para PMI yang baru tiba. Didampingi General Manager Angkasa Pura I, Hardi Ariyanto, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Ganjar berkeliling untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan dalam penanganan para PMI.

Begitu turun dari pesawat, semua PMI dibawa ke ruangan khusus yang terletak di depan Ruang Imigrasi Bandara untuk dicek kesehatannya. Mereka juga di-rapid test oleh petugas yang berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Meski mencoba mengajak ngobrol dengan para PMI ataupun petugas, Ganjar tetap menaati protokol kesehatan yang ditetapkan. Ia tetap jaga jarak, memakai masker dan berkacamata khusus saat berbicara dengan para PMI dan petugas yang ada di sana.

"Mau pulang ke mana ini? Sudah rapid test kan? Sehat-sehat ya, jangan lupa nanti dikarantina dulu, biar semuanya aman," kata Ganjar kepada para PMI itu.

Secara keseluruhan, Ganjar mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan terhadap PMI di Bandara Ahmad Yani Semarang sudah dilakukan ketat. Pihak Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah menyiapkan semua protokol dengan baik.

"Alhamdulillah bagus, semuanya bisa lancar karena sudah dipersiapkan dengan baik. Sehingga, meski pengecekan secara ketat, tapi mereka kawan-kawan PMI ini tetap merasa nyaman dengan pelayanan ini," katanya.

Setelah mendapatkan pemeriksaan kesehatan, semua PMI tersebut akan diboyong ke tempat karantina sementara di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Jateng. Di sana, mereka juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dijemput pemerintah kabupaten/kota masing-masing untuk kembali menjalani karantina.

"Semua kami pusatkan di BPSDM, sambil kami komunikasi dengan kabupaten/kota untuk penjemputan. Tapi ada yang dijemput ada yang tidak, nanti yang tidak dijemput tetap kami fasilitasi di tempat karantina kami itu," terangnya.

Disinggung hasil pengecekan kesehatan terhadap para PMI yang sudah tiba di Jateng, Ganjar menerangkan semuanya menunjukkan hasil yang baik.

"Hasil tes sampai hari ini negatif. Untuk PMI yang turun melalui bandara Ahmad Yani Semarang, rapid testnya semuanya tidak reaktif. Hanya ada satu PMI yang reaktif, itu bukan dari sini (bandara) tapi dari kapal (pelabuhan). Kami siapkan swab test pada satu PMI itu siang ini, mudah-mudahan hasilnya negatif," tutupnya.

Sementara itu, para PMI yang baru tiba di Jateng menyatakan siap mengikuti peraturan pemerintah. Mereka juga siap melakukan karantina selama 14 hari saat tiba di kampung halaman masing-masing.

"Saya sudah dites di Malaysia, hasilnya negatif. Tadi juga di tes di sini (bandara) hasilnya negatif. Tapi saya siap dikarantina, demi kesehatan bersama tidak masalah," kata Karyono, PMI asal Pati.

Hal senada disampaikan Mulia (36), PMI asal Banyumas. Perempuan yang sudah bekerja tiga tahun di Malaysia itu mengatakan siap dikarantina.

"Ndak papa, lebih bagus itu. Saya siap dikarantina agar semuanya aman," kata Mulia.(*)
Powered by Blogger.