PAC IPNU-IPPNU Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Pelajar

Pelatihan dipusatkan di di Gedung MWC NU Kebumen, Jumat, 29 Oktober 2021.

PAC IPNU-IPPNU Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Pelajar
Peserta pelatihan jurnalistik
INI Kebumen KEBUMEN - Pimpinan Anak Cabang  (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU)- Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kebumen menngelar pelatihan jurnalistik untuk pelajar. 

Pelatihan dipusatkan di di Gedung MWC NU Kebumen, Jumat, 29 Oktober 2021.

Kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI NU) Kecamatan Kebumen diikuti sekitar 50 orang pelajar.

Ketua LESBUMI NU Kecamatan Kebumen Ghofar Ismail dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan beberapa hal.

"Kegiatan seperti ini bisa memotivasi generasi muda NU untuk mengembangkan potensinya," kata Ghofar.

Ghofar berharap ada tindak lanjut dari pelatihan jurnalistik agar memberikan kontribusi terhadap NU, khususnya MWC NU KEBUMEN. 

Ketua Panitia Muhammad Zaini Faid menjelaskan pelatihan jurnalistik ini bertujuan memberikan bekal agar para pelajar mempunyai kemampuan menulis. 

“Dalam pelatihan ini kita sebagai pelajar di era digital dituntut bisa menuangkan karya melalui tulisan. Kemampuan menulis menjadi kebutuhan yang harus dimiliki setiap pelajar dengan tujuan menjadi garda terdepan membentengi dari berita hoax dan menyesatkan,” jelas Zaini.

Sebagai narasumber dalam pelatihan jurnalistik adalah Mustolih, seorang pengacara yang menyampaikan materi iternet sehat dan UU ITE. Syarif Hidayat dari NU Online memaparkan teknik penulisan berita. Dan Imam dari Kebumen Ekspress memberikan materi teknik wawancara.

Salah seorang peserta, Zakiyatul Karen Faralikhah (16), terkesan dengan pelatihan yang diikutinya. 

“Saya mendapatkan pengalaman tentang cara menulis dan membuat berita dengan baik. Saya juga mendapatkan banyak teman baru saat pelatihan jurnalistik tadi,” ungkapnya.

Zakiyatul berharap ke depannya ilmu yang didapatkan dari pelatihan jurnalistik dapat bermanfaat. Para pelajar menjadi tahu bagaimana cara membuat berita, mewawancarai narasumber, dan  menggunakan media sosial dengan bijak.

“Pada penghujung pelatihan para peserta diberikan rencana tindak lanjut (RTL). Secara berkelompok membuat suatu berita yang kemudian dipaparkan bersama, lalu dievaluasi narasumber Syarif Hidayat dan Imam,” pungkasnya.(*)

Powered by Blogger.