Peran Masyarakat dalam Mencegah HIV AIDS dan Narkoba Didiskusikan GOW Kebumen

"Ibu dengan kebijakan dan kelembutannya hendaknya bisa memberikan pencerahan pada keluarga dan sekelilingnya," kata Farita

Peran Masyarakat dalam Mencegah HIV AIDS dan Narkoba Didiskusikan GOW Kebumen
Camat Prembun memberikan sambutan pada diskusi dengan tema "Peran Masyarakat dalam Mencegah HIV AIDS dan Narkoba"
INI Kebumen PREMBUN - Peran masyarakat dalam mencegah HIV AIDS dan Narkoba didiskusikan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kebumen di Pendopo Kecamatan Prembun, Rabu, 10 Desember 2021.

Camat Prembun Farita Listiyanti dalam sambutannya mengingatkan, salah satu bentuk peran masyarakat itu melalui ibu-ibu.

Menurut Farita, ibu-ibu yang paling dekat dengan anak-anak, sehingga bisa mewakili peran masyarakat dalam melakukan berbagai pencegahan.

"Ibu dengan kebijakan dan kelembutannya hendaknya bisa memberikan pencerahan pada keluarga dan sekelilingnya," kata Farita.

Karena itu Farita berharap hasil acara ini bisa membekali ibu-ibu agar dapat memberi pencerahan kepada anak-anaknya supaya tidak terjebak dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba.

Selaku ketua panitia, Dede Siswoyo melaporkan, bahwa di GOW tergabung 30 organisasi perempuan. Melalui acara tersebut Dede berharap bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat Prembun, dalam menanggulangi dan mencegah HIV AIDS dan penyalahgunaan Narkoba.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kabid P3A) Dispermades P3A Kebumen Marlina Indrianingrum, M. Kes sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut  mengingatkan terkait HIV. Secara angka jumlah kasus HIV di Kebumen memang peringkat teratas di Jateng.

"Bagus karena upaya penemuannya sudah aktif. Masyarakat sudah berani melapor, sudah berani tes,  jadi langsung ditangani," jelas Marlina.

Marlina juga menyinggung banyaknya kasus kekerasan fisik, psikis dan seksual di Kebumen.

"Apabila menemui kasus seperti itu tolong dilaporkan," pinta  Marlina.

Menurut Marlina pihaknya akan membantu pendampingan dan pengacara untuk korban, jika terjadi kasus-kasus tersebut.

Narasumber lainnya, Kapolsek Prembun AKP Tejo Suwono, SH mengingatkan di Kebumen kasus narkoba tergolong tinggi.

"Di rutan ada dari anak-anak sampai orang tua," katanya.

Dikatakan Tejo, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya, seperti keluarga cerai lalu anak ikut tetangga. Jika lingkungan baik ikut baik, sebaliknya lingkungan buruk akan ikut buruk. Tejo lantas menerangkan penggolongan narkotika, dari sisi efeknya. 

"Ada yang untuk penenang, seperti valium atau megadon. Ada juga obat perangsang untuk merasa bahagia, seperti sabu-sabu dan ganja," imbuh Tejo.

Disebutkan Tejo, ciri-ciri seoran pecandu narkotika antara lain sering bengong, nyolong (mencuri) atau menodong.

Tejo juga mengingatkan tempat-tempat yang rawan dengan peredaran narkoba, seperti rental play station, warnet, acara dangdutan, tempat karaoke, cafe dan sejenisnya.

Narasumber ketiga Kepala Puskesmas Prembun Sri Rahayu, menyampaikan sudah terbentuk kader HIV, sebagai bentuk peran serta masyarakat dalam pencegahan penyebaran HIV.

"Di Prembun sampai tahun 2021 ditemukan 24 kasus. Terbanyak di Desa Prembun. Masih didominasi heterosexual yang berganti-ganti pasangan," tutupnya.(*)

Powered by Blogger.