Sering Gempa Juga Pertanda Kiamat Sudah Dekat

Oleh: Kang Juki

Sering Gempa Juga Pertanda Kiamat Sudah Dekat
Ilustrasi gempa (Foto: Pixabay)
INI KEBUMEN - Sejak memasuki tahun 2022, menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di wilayah Indonesia sudah terjadi 26 kali gempa yang memiliki kekuatan lebih dari 5 Magnitudo. Hal ini bisa dicek melalui aplikasi Info BMKG.

Khusus di bulan Februari 2022, dari aplikasi Info BMKG menunjukkan gempa berkekuatan lebih dari 5 Magnetudo sudah terjadi 7 kali di wilayah Indonesia. 

Jika digabung dengan gempa berkekuatan di bawah 5 Magnetudo, tapi bisa dirasakan, sudah terjadi 23 kali gempa di wilayah Indonesia.

Secara geografis, Indonesia merupakan salah satu bagian wilayah di dunia dengan sistem seismotonik yang tergolong rumit dan frekuensi kejadian gempa bumi cukup tinggi, disebabkan posisinya terletak pada wilayah tumbukan (pertemuan) 3 (tiga) buah lempeng besar berukuran benua yang secara terus menerus bergerak. Ketiga lempeng aktif tersebut adalah Hindia-Australia, Pasifik dan Eurasia.

Terlepas dari itu, umat Islam perlu juga memiliki persepektif lain dalam memandang sering terjadinya gempa.

Dalam sebuah hadis yang berasal dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj -yaitu pembunuhan- dan harta melimpah ruah kepada kalian." (HR Bukhari nomor 978, dishahihkan ijmak ulama)

Ada beberapa hadis serupa diriwayatkan oleh Ahmad. Salah satunya yang mempertegas makna Al haraj.

Para sahabat bertanya, "Apa yang dimaksud dengan al harj wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Pembunuhan." (HR Ahmad nomor 7.176 dishahihkan Syu'aib al-Arna'uth).

Merujuk beberapa tanda kiamat dalam hadis tersebut, menjadi catatan bagi umat Islam, karena selain banyak terjadi gempa, tanda lainnya juga bisa ditemui.

Lalu apa yang harus dilakukan umat Islam bila memang benar kiamat sudah dekat? Dalam Al Qur'an, surat Al Qasas ayat 77, Allah SWT berfirman:

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."

Sebagai umat Islam, ada kewajiban yang harus di laksanakan, baik kewajiban pribadi (fardhu ain) maupun kewajiban kolektif (fardhu kifayah).

Juga ada perbuatan yang dianjurkan untuk dilaksanakan (sunnah). Kedua hal itu yang perlu terus ditingkatkan. Sebaliknya segala yang dilarang (haram) harus dijauhi demikian juga yang dimakruhkan, mesti dihindari.

Jika belum tahu apa saja yang termasuk kualifikasi wajib, sunat, haram atau makruh, belajarlah pada orang yang tahu.

Jangan ditunda-tunda, agar tidak menyesal nanti. Wallahu a'lam bish-shawab

Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kauman, Kebumen.(*)

Powered by Blogger.