NgabubuWrite, Cara PWI Kebumen Edukasi Literasi Media Bagi Remaja Masjid, Ini Tujuannya

NgabubuWrite, Cara PWI Kebumen Edukasi Literasi Media Bagi Remaja Masjid, Ini Tujuannya
 NgabubuWrite, Cara PWI Kebumen Edukasi Literasi Media Bagi Remaja Masjid, Ini Tujuannya

INI KEBUMEN - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan menggemakan literasi media bagi kalangan generasi muda.

Kegiatan bertajuk NgabubuWrite PWI Kebumen digelar di Serambi Masjid Darussalam Kelurahan Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 17 April 2022.

Kegiatan yang mengangkat tema "Literasi Media di Era Digital" ini diiikuti oleh anggota Remaja Masjid Darussalam (Rismada).

Acara ngabuburit spesial itu dibuka oleh Ketua Takmir Masjid Darussalam Sudir dan dihadiri oleh Pembina Takmir Adi Pandoyo.

Kegiatan menghadirkan narasumber Panasihat PWI Kebumen Komper Wardopo yang menyampaikan materi Budaya Literasi Kunci Sukses Generasi Millenial.

Selanjutnya Ketua PWI Kebumen Supriyanto memberikan materi Cerdas Bermedia Sosial.

Ketua PWI Kebumen Supriyanto menyampaikan bahwa dia era digital, informasi yang tercipta di internet, baik dalam jenis numerik, teks, gambar, audio atau video melimpah ruah.

Dari tahun ke tahun jumlah informasi di internet terus meningkat tanpa terbendung sehingga menyebabkan kelebihan informasi atau information overload.

Pada akhirnya kelebihan informasi tersebut akan menyebabkan kesulitan bagi setiap individu dalam mencari informasi yang benar-benar bernilai.

Untuk itulah PWI Kebumen terus melakukan edukasi kepada semua elemen termasuk generasi muda untuk cerdas memanfaatkan media daring.

Lebih dari itu, imbuh Ondo sapaan karibnya, dengan memberikan bekal jurnalistik akan mendorong para generasi muda khususnya para remaja masjid untuk membuat konten yang positif di berbagai platform internet.

Internet seperti dua mata pisau. Di satu sisi memiliki banyak manfaat, tetapi di sisi lain membawa dampak negatif seperti menjadi candu.

"Selain itu tanpa disadari algoritma media sosial memperparah polarisasi di bidang sosial, politik, agama dan kebudayaan hingga mengancam keutuhan bangsa," ujar wartawan Suara Merdeka ini.

Remaja masjid sebagai salah satu komunitas harus memiliki wawasan sekaligus kecerdasan dalam bermedia, baik itu media massa maupun media sosial.

Remaja masjid sebagai bagian dari generasi penerus bangsa sangat penting memiliki kecakapan dalam bermedia sosial.

Oleh karenanya, literasi di era digital sangat penting sebagai dasar bagi para remaja dalam bermedia sosial.

"Diharapkan mereka dapat mengambil peran mengisi ruang -ruang media sosial dengan konten-konten yang kreatif, positif,  dan edukatif,  alias informasi yang benar, baik dan bermanfaat," paparnya.

Penasihat PWI Kebumen Komper Wardopo menegaskan pentingnya budaya literasi bagi generasi milenial.

Menurutnya, melalui tradisi membaca dan menulis, kecerdasan, kreativitas dan produktifitas akan lebih terasah dan berkualitas.

Terlebih, bonus demografi kini tengah dialami oleh bangsa Indonesia, dimana usia produktif lebih mendominasi.

Banyak penelitian kebudayaan suku bangsa yang maju dan punah menyimpulkan bahwa bangsa yang mampu bertahan dan maju adalah bangsa yang mampu mengatasi, memetakan persoalan dan kekurangannya.

"Kemudian mampu mengatasi persoalan kekurangan dan tantangan menjadi jawaban,” tegasnya.

Seksi Organisasi dan Pendidikan PWI Kebumen Imam Wahyudi menyampaikan menjalin komunikasi lintas elemen merupakan hal yang mutlak untuk dilaksanakan.

Dalam hal di momentum Ramadan PWI Kebumen menjalin komunikasi dengan remaja masjid.

Masjid sendiri merupakan pusat peribadatan dan pusat informasi bagi umat muslim. Remaja masjid yang memahami informasi menjadi hal yang sangat strategis untuk mencerahkan masyarakat.

Sehingga masyarakat dapat tercerahkan, terlebih saat terdapat infomasi dari berbagai sumber.

“Disinilah pentingnya peran pemuda dalam mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat," ucapnya.(*)

Powered by Blogger.