Ibu Rumah Tangga Dominasi Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Kebumen, Ini Penyebabnya

Dari 150 orang itu, 97 orang adalah laki-laki dan 53 penderita perempuan. Yang lebih miris, dari penderita perempuan tercatat ada 9 ibu hamil.
Ibu Rumah Tangga Dominasi Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Kebumen, Ini Penyebabnya
Peringatan Hari AIDS di Alun-alun Kebumen (Ilustrasi)
www.inikebumen.net KEBUMEN - Jumlah penderita HIV/AIDS dari kalangan ibu rumah tangga di Kabupaten Kebumen terbilang cukup tinggi. Bahkan posisi berada diurutan kedua sebanyak 274 kasus.

Sedangkan diposisi pertama berdasarkan pekerjaan adalah karyawan yang mencapai 334 kasus. Data yang dikeluarkan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten ini sejak 2003 hingga Oktober 2019.

"Salah satu penyebab tingginya angka ibu rumah tangga Kebumen terkena HIV/AIDS adalah banyaknya mantan TKW (tenaga kerja wanita) yang tertular suaminya sepulang dari luar negeri," kata Kabid Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Dispermades P3A Kebumen, Marlina Indriyaningrum.

Ia mengungkapkan, dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, banyak suami TKW Kebumen lebih dahulu mengidap HIV/AIDS saat ditinggal isterinya ke luar negeri.

Pemkab Kebumen menggelar Rakor Bidang Kesehatan dan Tim Penanggulangan AIDS Kabupaten Kebumen, di Ruang Jatijajar Kompleks Rumdin Bupati Kebumen,  Selasa, 19 November 2019. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Y Rini Kristiani, memaparkan sejak Januari sampai Oktober 2019 terindikasi ada 150 penderita baru HIV AIDS di Kebumen. Temuan ini berdasarkan pemeriksaan terhadap puluhan ribu warga di 26 kecamatan di Kebumen oleh Tim Penanggulangan HIV AIDS Kabupaten Kebumen.

Dari 150 orang itu, 97 orang adalah laki-laki dan 53 penderita perempuan. Yang lebih miris, dari penderita perempuan tercatat ada 9 ibu hamil.

"Dengan 150 penderita baru, Kebumen menduduki peringkat 2 di Jawa Tengah dalam hal jumlah penderita baru HIV AIDS sepanjang 10 bulan 2019," kata Rini Kristiani.

Menurutnya, guna menemukan penderita baru tersebut Tim mengerahkan puluhan petugas untuk memeriksa puluhan warga masyarakat. Pemeriksaan dilakukan terhadap 15.203 ibu hamil dan 21.400 warga masyarakat lainnya.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data sejak tahun 2003 hingga Oktober 2019, jumlah ibu rumah tangga dan warga usia produktif Kebumen yang positip mengidap HIV AIDS cukup tinggi.

Berdasarkan data, penderita HIV AIDS Kebumen terbanyak berada di rentang usia 30 sampai 34 tahun (279 orang), kemudian 25 sampai 29 tahun (227 orang) dan 35 sampai 39 tahun (223 orang).

"Bila umur 25 tahun sudah positip mengidap HIV AIDS maka 10 tahun lalu atau disaat berumur 15 tahun dia sudah mulai terinfeksi HIV. Penyakit ini memang baru muncul setelah 10 tahun penderita terinveksi virus," imbuhnya.(*)
Powered by Blogger.